Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat bergerak cepat membantu penanganan pascabencana banjir yang melanda Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat terdampak, Kementerian PU menyalurkan sebanyak 12.000 liter air bersih menggunakan dua unit Mobil Tangki Air (MTA).
Banjir terjadi pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 12.00–13.00 WIB akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya aliran sungai di samping Masjid Surau Gadang Haji Miskin, Nagari Pandai Sikek.
Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian penting dari penanganan dampak kekeringan, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses air.
“Kami tidak ingin masyarakat harus menunggu sampai kondisi semakin sulit untuk mendapatkan air. Penanganan di lapangan harus cepat, tepat sasaran, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Menteri Dody dalam rilis PU.
Berdasarkan hasil pemantauan Tim Tanggap Darurat BPBPK Sumatera Barat di lapangan, tercatat sebanyak 15 unit rumah terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 12 rumah mengalami genangan pada bagian dapur dan teras, sedangkan tiga rumah lainnya terendam air hingga kurang lebih 0,8 meter yang masuk ke dalam rumah.
Bencana tersebut juga berdampak terhadap 15 kepala keluarga (KK) yang untuk sementara mengungsi di Masjid Surau Gadang Haji Miskin. Saat tim tanggap darurat tiba di lokasi, kondisi air telah surut dan lingkungan permukiman warga mulai dibersihkan. Masyarakat direncanakan dapat kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan aman.
Sementara Kepala BPBPK Sumatera Barat Maria Doeni Isa menyampaikan bahwa dukungan penanganan pascabencana dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan lingkungan permukiman yang terdampak.
“Selain menyalurkan 12.000 liter air bersih, Tim Tanggap Darurat BPBPK Sumatera Barat juga turut membantu membersihkan rumah warga dari material lumpur dan sampah yang terbawa banjir agar lingkungan tempat tinggal masyarakat dapat segera kembali bersih dan layak dihuni,” terang Maria.
Dalam pelaksanaan penanganan di lapangan, BPBPK Sumatera Barat juga telah berkoordinasi dengan Polsek X Koto dan Wali Nagari Pandai Sikek guna memperoleh informasi kondisi terkini serta memastikan lokasi-lokasi yang terdampak banjir.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan, ketersediaan air bersih masyarakat secara umum masih dalam kondisi aman dan terkendali. Layanan penyediaan air bersih melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) juga masih berfungsi dengan baik.
Kementerian PU berkomitmen untuk terus hadir mendukung penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur serta lingkungan permukiman masyarakat. Melalui koordinasi dan respons cepat di lapangan, diharapkan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi dan aktivitas masyarakat dapat segera pulih kembali.
