TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Jadi Koordinator Klaster Infrastruktur Satgas Bencana BUMN Peduli, Hutama Karya Siapkan Tiga Program Pemulihan

Albarsyah
8 November 2026 | 17:40
rubrik: BUMN
Jadi Koordinator Klaster Infrastruktur Satgas Bencana BUMN Peduli, Hutama Karya Siapkan Tiga Program Pemulihan

Jakarta, TopBusiness – PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menyiapkan tiga program pemulihan infrastruktur dan hunian pascabencana sebagai Koordinator Klaster 01 Infrastruktur dan Konstruksi Satuan Tugas (Satgas) Bencana BUMN Peduli. Program tersebut dipaparkan dalam Rapat Kerja Satgas Bencana BUMN Peduli yang diselenggarakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Bandung, Jumat (6/11).

Rapat kerja yang dihadiri pimpinan unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta koordinator Satgas dari 70 BUMN itu merumuskan program kerja Satgas 2027 yang diselaraskan dengan BPI Danantara dan Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Satgas tersebut berada di bawah koordinasi nasional PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Klaster 01 beranggotakan delapan BUMN, yakni Hutama Karya sebagai koordinator bersama PT PP (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya, dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG).

Tiga program tersebut adalah “SIGAP INFRA, AKSES PULIH, serta HUNIAN & FASILITAS PULIH. SIGAP INFRA mencakup asesmen kerusakan dan penentuan prioritas oleh personel di lokasi bencana. AKSES PULIH membuka akses darurat melalui pengerahan alat berat, operator, dan perbaikan sementara. Adapun HUNIAN & FASILITAS PULIH menyediakan hunian sementara (huntara) serta fasilitas dasar seperti WC umum, dapur umum, musala, hingga puskesmas.

Dalam kegiatan ini, perwakilan Hutama Karya yakni Analyst TJSL, Harya Digdaya, menjelaskan ketiga program disusun untuk menjawab lima kebutuhan di lapangan, yaitu data kerusakan, akses bantuan, huntara dan fasilitas dasar, ketersediaan alat berat dan material, serta koordinasi penugasan dan penggunaan anggaran. Pelaksanaannya mengacu pada kerangka 3P (People, Process, Platform/Tools) yang memuat standar penanganan krisis, personel koordinasi antarklaster, dan perjanjian kolaborasi TJSL.

BACA JUGA:   Selaraskan Risiko Bisnis dan Keberlanjutan, Hutama Karya Petakan Perencanaan TJSL Lintas Anak Perusahaan

Secara terpisah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani menyampaikan pemulihan yang kuat dimulai dari kolaborasi yang terarah. “Delapan BUMN di klaster ini akan bergerak dengan satu peta kebutuhan, satu standar kerja, dan pembagian peran yang jelas sejak hari pertama,” ujarnya dalam siaran pers.

Penguatan klaster ini berlangsung di tengah tingginya kejadian bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.295 kejadian bencana sepanjang 1 Januari hingga 4 November 2026, dengan 99,21 persen di antaranya bencana hidrometeorologi. Bencana tersebut menyebabkan 32.405 rumah rusak berat dan 118 jembatan rusak.

Hutama Karya sebelumnya mengoordinasikan pembangunan 600 unit Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang bersama sejumlah BUMN pascabencana Sumatra pada akhir 2025. Perusahaan juga menerjunkan alat berat dan menyediakan jembatan Bailey untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup lumpur dan material hanyutan.

Langkah Klaster 01 sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan. Pemulihan akses dan hunian yang cepat membantu ekonomi warga di daerah terdampak kembali bergerak.

Program ini juga mendukung tiga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) didukung melalui infrastruktur yang tangguh, SDGs 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui hunian layak dan layanan dasar, serta SDGs 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas BUMN.


Tags: Hutama Karya GroupPT Hutama Karya
Previous Post

DataOn HR Conference 2026: AI Perkuat Produktivitas dan Strategi Pengembangan SDM

Next Post

Normalisasi Kantong Lumpur Bendung Notog Tingkatkan Kapasitas Irigasi 25.180 Hektare di Tegal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR