
Jakarta, businessnews.id — PT Semen Indonesia (Persero), Tbk ., bakal menaikkan harga semen sekira 3 persen sampai 4 persen pada tahun ini. Kenaikan tersebut akibat kenaikan tarif dasar listrik (TDL) untuk sektor industri menengah go public dan industri besar per 1 Mei 2014.
Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Sucipto mengatakan di Jakarta hari ini, kenaikan listrik yang cukup besar sangat berdampak pada kinerja perseroan. Agar kinerja perseroan tidak tergerus, pihaknya menaikkan harga produknya.
Menurut Dwi, dengan kenaikan itu, biaya produksi (cost production) pun disesuaikan. “Kenaikan harga harus diikuti dengan upaya-upaya efisiensi agar kinerja tidak tergerus,” tambahnya.
Ucap dia lagi, selain TDL, tuntutan upah minimum provinsi (UMP), dan kenaikan bahan bakar minyak (BBM), cukup memengaruhi kinerja perseroan.
Seperti yang diketahui, Pemerintah melalui PT PLN (Persero) resmi menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) untuk industri menengah I-3 (go public), dan industri besar I-4 per 1 Mei 2014. Kenaikan ini sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 09 Tahun 2014.
Dalam peraturan tersebut, tarif listrik akan naik setiap dua bulan sekali sekira 8,6 persen untuk perusahaan yang sudah go public (I-3) dan sekira 13,3 persen untuk industri besar (I-4). Dengan demikian, hingga akhir tahun ini tarif listrik untuk golongan I-3 akan naik sebesar 38,9 persen, sementara untuk golongan I-4 akan naik kumulatif sebesar 64,7 persen. (ZIZ)
EDITOR: DHI