Jakarta, BusinessNews Indonesia—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun sebanyak 302 unit rumah khusus (rusus) di Provinsi Maluku Utara. Rusus yang dibangun, diperuntukkan bagi nelayan dan korban bencana lahar dingin.
Dalam keterangan pers belum lama ini, dijelaskan bahwa pembangunan rusus nelayan dilakukan di lima lokasi berbeda dengan jumlah 50 unit setiap lokasinya.
Lokasi tersebut Desa Tanjung Saleh, Pulau Morotai; Desa Wosia, Kabupaten Halmahera Utara; Desa Soagimalaha, Kabupaten Halmahera Timur; Desa Sif, Kabupaten Halmahera Tengah; Kelurahan Gurbati, Kota Tidore Kepulauan.
Sementara itu, rusus bagi korban bencana dibangun di Kelurahan Tubo, Kota Ternate, sebanyak 52 unit.
Keterangan pers itu menjelaskan bahwa semua rusus kini telah terhuni, dibangun dengan ukuran tipe 36 m2.
Total anggaran sebesar Rp 63,10 miliar melalui anggaran Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.
Pembangunan rusus nelayan di berbagai kawasan nelayan di Indonesia bertujuan untuk mengurangi backlog perumahan dan membantu nelayan yang umumnya masyarakat berpenghasilan rendah bisa memiliki rumah layak huni.
Di samping itu kawasan permukiman nelayan juga lebih tertata baik atau tidak kumuh.
