Jakarta, BusinessNews Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan Jumat (22/6/2018) pagi ini turun 4 poin atau 0,06% ke 5.818,32. Penurunan ini mengikuti bursa regional Asia yang juga mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan.
Hampir seluruh sektor penggerak IHSG melemah, dengan sektor properti memimpin pelemahan hingga 0,4%. Sementara sektor properti menguat 0,1%.
Ada 45 saham menguat, 44 saham melemah, dan 95 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp40,8 miliar dari 28,5 juta lembar saham diperdagangkan.
Indeks LQ45 turun 0,78 poin atau 0,1% menjadi 906,51, Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,79 poin atau 0,1% ke 654,70, indeks IDX30 turun 0,49 poin atau 0,1% ke 491,29 dan indeks MNC36 turun 0,27 poin atau 0,1% ke 321,18.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Indo-Rama Synthetics Tbk (INDR) naik Rp925 atau 11% ke Rp9.300, saham PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik Rp475 atau 2,7% ke Rp18.275 dan saham PT Anabatic Technologies Tbk (ATIC) naik Rp230 atau 20,2% ke Rp1.370.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp750 atau 1,1% ke Rp66.800, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp475 atau 2% ke Rp23.850, dan saham PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp375 atau 1,1% ke Rp33.000.
Investor asing mencatat penjualan bersih Rp 84,91 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 27,8 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 9,4 miliar, dan PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) Rp 7,6 miliar.
Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) Rp 4,8 miliar, PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM) Rp 1,4 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 960 juta.
