Jakarta, BusinessNews Indonesia – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) memastikan tak membagi dividen ke pemegang saham. Hal ini diputuskan karena laba nersih yang ada digunakan untuk pengembangan perusahaan.
Menurut Direktur DNET, Harjono Wreksoremboko pembahasan pembagian dividen menjadi agenda kedua RUPST tersebut, namun para pemegang saham menyepakati penggunaan laba bersih untuk ditahan guna sebagai pengembangan perseroan lebih lanjut.
“Tahun lalu perseroan mencatatkan laba bersih Rp208 miliar. Namun RUPS menyepakati sebesar Rp 1 miliar dicadangkan dan sebanyak Rp207 miliar sebagai laba ditahan untuk pengembangan perusahaan,” ungkap Harjono usai RUPST di Jakarta, Kamis (28/6).
DNET merupakan holding atas entitas asosiasi dari PT Indomarco Prismatama (Indomaret), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI/Sari Roti), PT Fasfood Indonesia Tbk (FAST/brand KFC), dan induk dari entitas anak PT Mega Akses Persada (MAP).
Pengembangan perusahaan yang dinaksud Harjono adalah untuk menggenjot kinerja MAP yang saat ini mempunyai serat optik mencapai 5.117 km menjadi 10.877 km di tahun ini.
“Sehingga jaringan serat optik pada akhir tahun ini akan mencapai total 368.098 homepassed, dengan panjang gelaran kurang lebih 10.877 km yang melalui 103 kota di 14 provinsi,” papar dia.
Pihaknya yakin dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan melalui entitas anak tersebut akan membuahkan hasil yang positif pada perseroan.
“Buktinya pada kuartal I-2018, pendapatan Indoritel tumbuh 162,08% menjadi Rp24,7 miliar dibanding pendapatan pada periode yang sama 2017 yakni Rp9,42 miliar. Ini menunjukkan strategi kami sudah on the right track,” klaim dia.
