Jakarta, BusinessNews Indonesia – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi berharap banyak perusahaan grup untuk mendorong anak usahanya melantai ke bursa atau melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO).
Pernyataan ini disampaikan oleh Inarno saat salah satu perusahaan grup yakni PT Indika Energy Tbk (INDY) membuka perdagangan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (4/7).
INDY sendiri memiliki banyak anak usaha. Dan sejauh ini sudah ada dua anak usahanya yang tercatat di bursa yakni PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
“Dalam kesempatan ini, kami minta ada anak usaha lainnya dari Indika bisa dicatatkan di BEI. Hal ini juga bisa dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lain,” kata dia.
Apalagi, kata Inarno, bagi perusahaan-perusahaan yang sudah terbuka itu akan menjunjung tinggi good corporate governance (GCG). Dengan itu akan mendulang kepercayaan investor.
“Kami apresiasi Indika Energy yang menerapkan GCG. Karena penerapan GCG ini sangat penting untuk jaga kepercayaan investor. Semoga Indika ke depan terus menerapkan GCG dan meningkatkan mutu lebih baik lagi,” tegas Inarno.
Di tempat yang sama, Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk, Mohamad Arsjad Rasjid menyatakan, pihaknya saat ini memang tengah mempersiapkan anak usahanya untuk melakukan IPO. Namun begitu, dirinya belum bisa memastikan nama perusahaan dan waktunya.
“Kalau anak usaha kami sudah siap, kami pastikan perusahaan kami akan melantai, akan go public. Semua company kami kalau sudah siap, go! Sekarang kami lihat dan pelajari dulu,” katanya.
Ditanya, apakah akan menggelar IPO tahun ini, Arsjad memastikan, proses itu belum terjadi di tahun ini. Pasalnya, agar IPO itu bisa berjalan mulus perlu persiapan matang dan tidak bisa sembarangan.
“Tahun ini enggak lah (untuk IPO). Karena kami percaya bahwa kalau perusahaan itu Go Public akan terjadi yang namanya control by the public, sehingga bagus untuk GCG kami. Tapi ya, masih dilihat, belum tahu (anak usaha) yang mana,” paparnya.
