
Jakarta, businessnews.id — Bank Indonesia (BI) meminta perbankan nasional menjaga ketahanan likuditasnya. Itu guna menghadapi risiko dampak perlambatan ekonomi dan menjelang Bulan Ramadan.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Makro Prudential Bank Indonesia, Darsono, di Jakarta hari ini, BI terus memantau likuiditas perbankan nasional, walau secara umum kondisi perbankan masih memiliki daya tahan yang baik.
Kondisi itu ditandai dengan CAR (capital adequacy ratio) perbankan nasional pada semester II 2013, sebesar 18,5 persen; telah meningkat menjadi 19,1 persen pada kuartal I 2014.
NPL (non performing loan) secara industri masih di bawah 2 persen, dan pertumbuhan kredit perbankan secara nasional hingga triwulan I 2014 di angka 18,9 persen.
Namun demikian, Darsono meminta perbankan mencermati ilkuiditasnya, di mana bank harus bisa menyediakan likuiditas yang cukup menghadapi Bulan Ramadan yang diikuti oleh Hari Raya Idul Fitri. “Juga ada melambatnya pertumbuhan ekonomi,” terang dia.
Dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi, tambah dia, bisa berdampak pada meningkatnya risiko kredit macet. Untuk itu BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) senantiasa melakukan koodinasi pengawasan. (ZIZ)
EDITOR: DHI