Jakarta, BusinessNews Indonesia – PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) mendapat berkah dari membaiknya sektor ritel di tahun ini. Hal ini tercermin dari kinerja paruh pertama 2018 yang cukup apik.
Dari sisi penjualan, RALS mencatat angka Rp5,1 triliun atau telah mencapai 62,9 persen dari target perseroan sebesar Rp8,2 triliun. Jumlah tersebut 3,9 persen lebih tinggi dibandingkan penjualan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp4,9 triliun.
Dengan kondisi itu, maka laba bersih di paruh pertama 2018 ini menaik 31,8 persen secara year on year menjadi Rp481,1 miliar dari sebelumnya ada di angka Rp368,8 miliar. Dan marjin laba bersih itu mencapai 9,4 persen dari total penjualan bersih semester I-2018.
“Sehingga dengan pencapaian penjualan dan tingkat pertumbuhan hingga kwartal II-2018 itu, maka target penjualan hingga akhir tahun diproyeksikan bisa mencapai Rp8,2 triliun. Dengan tingkat marjin kotor sebesar 28 persen,” ujar Direktur Keuangam RALS, Suryanto, di Jakarta, Rabu (29/8/2018).
Kondisi keuangan yang membaik itu berdampak terhadap neraca perseroan yang selama periode enam bulan pertama tahun ini yang masih likuid dan bebas hutang.
“Karena pada akhir Juni 2018, rasio lancar (current ratio) adalah 2,2 kali atau lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 1,9 kali,” kata dia.
Namun sayangnya untuk total kas dan setara kas mengalami penurunan. Hingga 30 Juni 2018, total kas dan setara kas berjumlah Rp906,9 miliar alias turun 35,2 persen dari sebelumnya Rp1.399,4 miliar secaya yoy.
Pihaknya juga terus mengantisipasi beberapa tantangan yang bakal mengambat kinerja perseroan. Seperti kompetisi yang sangat ketat di Jakarta, Depok, dan Bogor Tangerang, serta Bekasi.
Kemudian, masih belum stabilnya perbaikan dan pertumbuhan di daerah berbasis komoditi luar Pulau Jawa. Serta instabilitas di bidang politik, terutama dengan adanya pilkada serentak di tahun ini dan proses pilpres 2019.
“Untuk itu, kami terus memonitor secara ketat perkembangan yang terjadi di daerah di mana outlet kami berada. Ini penting guna menerapkan strategi operasi yang sesuai, sehingga bisa melakukan ekspansi secara lebih agresif di masa mendatang,” tegas Suryanto.
