TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Potensi Pelemahan Berlanjut, Rupiah Dibuka Anjlok di Level 14.745

Busthomi
3 September 2018 | 09:24
rubrik: Business Info
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, BusinessNews Indonesia – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada hari ini kembali melanjutkan depresiasinya.

Diperkirakan, mata uang NKRI ini akan berpotensi kembali melemah seiring penguatan dari USD yang masih terjadi.

Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi 14.745 atau jauh melemah dibanding penutupan akhir pekan lalu di level 14.710. Bahkan perdagangan di pasar spot itu terus mengalami pelemahan di 15 menit pertama ke posisi 14.777.

Menurut Reza Priyambada, analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), pergerakan rupiah kembali melemah terimbas terapresiasinya USD. Sebab masih adanya sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perang dagang.

“Kondisi itu kembali membuat permintaan akan USD meningkat. Sehingga pergerakan Rupiah di perdagangan hari ini masih memiliki peluang kembali melemah seiring penguatan lanjutan yang terjadi pada USD,” ujar Reza, dalam daily report itu, Senin (3/9/2018).

Dia sendiri mempreriksi laju rupiah akan berada di rentang 14.745 hingga 14.715. Sekalipun di perdagangan pagi sudah melebihi batas support-nya itu.

“Permintaan akan USD diperkirakan akan meningkat, namun diharapkan pelemahan Rupiah dapat lebih terbatas. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah,” ucap dia.

Terkait sentimen yang bisa membuat rupiah menguat, Reza melihat masih minim. Selain Presiden AS Dobald Trump berencana kembali mengenakan tarif impor atas sejumlah barang dari Tiongkok, pelaku pasar juga khawatir akan diberlakukan di Uni Eropa.

“Sementara itu, dari dalam negeri masih minim sentimen positif sehingga Rupiah pun bisa kembali terdepresiasi,” jelas Reza.

BACA JUGA:   Bandara YIA Terintegrasi antar-Moda
Tags: dolar ASrupiah
Previous Post

IHSG Ditutup Kembali ke Level 6.000

Next Post

LRT Jakarta Diuji Coba, Tak Kalah Keren dengan MRT Singapura

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR