
Jakarta, businessnews.id — Pengembangan dan pendalaman pasar modal syariah Indonesia masih diperlukan. Potensinya masih besar di Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia.
Menurut Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal I OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Sarjito, di Jakarta (23/5/2014), jumlah saham syariah sampai tanggal 20 Mei 2014 sebanyak 336 dengan kapitalisasi pasar Rp 2.877,15 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar saham konvensional mencapai Rp 4.857,31 triliun.
Sedangkan dari surat utang, sampai tanggal 20 mei 2014, jumlah outstanding sukuk sebanyak 31 dengan nilai Rp 6,81 triliun.
Untuk reksadana syariah, kata dia, sebanyak 64 dengan nilai Rp 9,09 triliun. Adapun sukuk negarasyariah berjumlah outstanding sebanyak 44 dengan nilai Rp 175,32 triliun.
“Jumlah investor sukuk sebanyak 286 dan jumlah SBSN (Surat Berharga Syariah Negara ) dengan jumlah investor 23.888,” kata dia. (ABDUL AZIZ)
EDITOR: DHI