Jakarta, TopBusiness—Dalam 10 tahun terakhir yaitu sedari tahun 2008 sampai 2018, industri ritel di Indonesia naik tipis dalam bilangan persentase.
“Terlebih lagi dalam tiga tahun belakangan ini sebagai akibat disruptif dari e-commerce,” kata Direktur Bisnis Ritel Sarinah, Lies Permana Lestari, di Jakarta (26/9/2018), dalam satu talk show yang digelar Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri Indonesia, di kantor Kementerian BUMN RI.
Dia menjelaskan, untuk semester pertama tahun 2018, pertumbuhan industri ritel sebesar 3,4%.
Mengatasi semua itu,industri ritel harus merespons dengan baik. Tren konsumen sekarang yakni ingin bahwa apa yang mereka inginkan, dipenuhi oleh produsen ataupun pemasar. ”Tren seperti ini juga terjadi di industri ritel,” kata dia.
Lebih lanjut, Lies menjelaskan bahwa Sarinah merespons tren reimagine the store/be more than a store, experiment with experience, dan lain-lain. Misalnya, Sarinah telah menghadirkan tampilan visual di gerai belanja milik mereka.
Hal lain, Sarinah bekerja sama dengan Angkasa Pura untuk adanya gerai di sejumlah bandara (bandar udara).
“Dengan demikian, kami mengenalkan berbagai produk kerajinan asli Indonesia di bandara,” kata dia.
Penulis/Editor: Achmad Adhito
