TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Akuisisi Holcim dari Pinjaman, Analis: Rasio Utang SMGR Masih Rendah

Busthomi
23 November 2018 | 16:50
rubrik: Business Info
Semester I, Konsumsi Semen Naik 3,6 Persen

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR belum lama ini telah melakukan aksi korporasi dengan mengakuisisi perusahaan semen lain, yakni PT Holcim Indonesia Tbk. (SMCB).

Tentu saja langkah perusahaan semen pelat merah itu sangat positif, sehingga kian menguatkan posisinya di pasar semen nasional, sekalipun dana yang digunakan untuk akuisisi berasal dari pinjaman sindikasi banyak bank.

“Kami melihat, rencana SMGR untuk melakukan pengambilalihan SMCB itu merupakan langkah yang positif meski harus dibarengi dengan konsekuensi menambah pinjaman,” ungkap analis pasar modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, di Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Seperti dimetahui, belum lama ini SMGR telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman dengan beberapa lembaga keuangan sebanyak US$ 1,28 miliar atau setara Rp18,90 triliun.

Perjanjian fasilitas pinjaman tersebut dilakukan antara lain dengan Bank BNP Paribas, Deustche Bank AG Singapore Branch, Maybank Kim Eng Securities PTE Ltd, MUFG Bank Ltd, dan Standard Chartered Bank.

Perjanjian fasilitas tersebut dalam rangka rencana pengambilalihan saham PT Holcim Indonesia Tbk sebanyak 80,6% atau setara 6.179.612.820 lembar saham.

“Walaupun begitu (akuisisi dari utang) rasio utang (debt to equity ratio/DER) SMGR masih cukup rendah di angka 0,60x. Ini memberikan kesempatan SMGR untuk menambah leverage,” jelas Reza.

Apalagi ditambah dengan potensi yang dimiliki oleh SMCB, sehingga menurut Reza, dapat menambah kapasitas maupun areal pemasaran semen bagi SMGR sendiri.

“Posisi beban kewajiban SMCB yang cenderung turun itu nantinya diperkirakan akan dapat terselesaikan dengan baik oleh SMGR seiring meningkatnya produktivitas operasional,” kata dia.

SMCB sendiri, kata dia, sebagai perusahaan semen terbesar ketiga di Indonesia, memiliki 4 pabrik semen dengan kapasitas 14,8 juta ton per tahun dan 30 fasilitas ready-mix.

BACA JUGA:   Top, SMGR Kembali Kantongi Penghargaan dari Asiamoney

Hingga akhir September 2018, penjualan Holcim meningkat 7% menjadi Rp7,37 triliun seiring meningkatnya volume penjualan sebesar 3 juta ton dari kebutuhan sektor perumahan dan infrastruktur.

“Akan tetapi memang dari bottom line tercatat masih adanya rugi sebesar Rp630,36 miliar lebih rendah ketimbang periode yang sama sebelumnya sebesar Rp647,90 miliar,” tutur dia.

Sementara hingga kuartal III-2018, SMGR mencatat kenaikan pendapatan 4% menjadi Rp21,45 triliun dan laba bersih bertumbuh 43% menjadi Rp2,09 triliun. Meski pernah diakui perseroan, industri semen saat ini masih sulit.

“Tapi SMGR punya keunggulan kompetitif dibanding emiten semen lain, yaitu terkait pengelolaan pabrik yang berada di berbagai wilayah,” ujar dia.

Sejauh ini, industri semen memang masih dibayangi oleh sentimen oversupply atau kelebihan pasokan di tengah belum kuatnya sektor properti. Berdasarkan data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), kapasitas produksi semen saat ini sudah mencapai 110 juta ton per tahun.

Sementara, jumlah konsumsi semen dalam negeri di tahun ini diperkirakan mencapai 70-75 juta ton. Dengan demikian, ada kelebihan suplai sekitar 30-25 juta ton.

Menurut Reza, industri semen sendiri masih terbantu dengan proyek infrastruktur pemerintah, namun penambahan konsumsi semen tidak telalu bertumbuh signifikan seiring dengan kontrak jangka panjang pengerjaan proyek infrastruktur tersebut.

“Tapi ke depan, ada prospek yang baik untuk industri konstruksi, semen, dan properti. Dengan asumsi masih berlangsungnya sejumlah proyek yang diikuti serta perbaikan daya beli masyarakat,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

Tags: semen indonesiaSMGR
Previous Post

Pacu Transaksi Perbankan, BSM Perbanyak Agen Laku Pandai

Next Post

Ditutup, IHSG Kembali ke Level 6.000

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR