TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Besok, Warga Nguter Kembali Demo Tolak PT RUM

Nurdian Akhmad
26 November 2018 | 16:00
rubrik: Business Info
Besok, Warga Nguter Kembali Demo Tolak PT RUM

Pabrik serat rayon milik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Sukoharjo, Jawa Tengah/foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Warga sekitar pabrik serat rayon milik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa besok (27/11/2018) akan kembali menggelar aksi demo guna menolak keberadaan pabrik yang telah mengeluarkan bau menyengat.

Berdasarkan publikasi dari warga yang diterima redaksi, Senin (26/11/2018), Aksi Damai Tolak PT RUM ini digelar untuk menuntut kembali udara dan lingkungan yang bersih dan sehat.

Para peserta aksi ini akan berkumpul di Kantor Kecamatan Nguter  pukul 08.15, untuk kemudian bersama-sama menuju Kantor Bupati Sukoharjo.

PT RUM merupakan perusahaan yang 98 persen sahamnya dikuasai oleh keluarga Lukminto yang notabene merupakan pemilik PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritex.

Pada Oktober 2018 lalu, koordinator warga Desa Pelasan Kecamatan Nguter, Ari Suwarno juga telah mendesak penutupan kembali pabrik PT RUM setelah beroperasi sejak 21 September 2018.

Ari Suwarno mengatakan, setelah uji coba selama 12 hari, dengan memasang alat penghilang bau limbah udara, ternyata warga masih mencium bau menyengat. Bau tersebut seperti layaknya kotoran dan kopi. Pihaknya memberi waktu kepada PT RUM hingga 7 Oktober 2018 untuk menutup pabrik jika masih menimbulkan bau.

“Setelah uji coba sejak 21 September, ternyata masih menghasilkan bau tak sedap. Warga dan PT RUM telah membuat kesepakatan baru. Kalau sampai tanggal 7 Oktober masih berbau, PT RUM harus menghentikan uji coba seperti yang diperintahkan Bupati Sukoharjo,” ujar Ari seperti dikutip merdeka.com.

Kasus ini juga menarik perhatian anggota DPR RI. Pada 19 Oktober 2018 lalu, para legislator Senayan itu turun langsung memantau pengolahan limbah PT Sri Rejeki Isman (Sritex), PT RUM, dan PT Kenindo Grand Sejahtera (KGS) yang dipusatkan di PT Sritex.

BACA JUGA:   Petronas Temukan Cadangan Hidrokarbon di Sumur Barokah-1 Jawa Timur

Kehadiran Komisi VII DPR RI yang dipimpin oleh Ridwan Hisyam ini diterima oleh Direktur PT Sritex Iwan Kurniawan Lukminto dan Dirut PT RUM Rahmat

“Kami mendapat laporan dari masyarakat mengenai masalah limbah dan kunjungan kerja spesifik ini untuk melihat secara langsung implementasi pengolahan limbah ketiga perusahaan yakni PT Sritex, PT RUM dan PT Kenindo Grand Sejahtera,” kata Ridwan Hisyam di sela kunjungannnya seperti dilansir metrojateng.com.

Sementara, anggota Komisi VII DPR Bambang Riyanto meminta polemik PT RUM tersebut agar diselesaikan secara terpadu. “Limbah-limbah ini bagaimana kita buat agar di bawah ambang batas,” ujar dia.

Direktur PT RUM Rahmat menjelaskan, semua upaya telah dilakukan untuk menangani permasalahan limbah tersebut, yakni di antaranya pemasangan Wet Scrubber atau alat pengolahan limbah.

infografis: tirto.id

“Kita sudah memasang Wet Scrubber atau alat pengendali pencemaran udara yang berfungsi untuk mengumpulkan partikel-partikel halus yang terbawa dalam gas. Dan per tanggal 17 oktober 2018 emisi gas 0,71, bisa dimonitor setiap saat,” ucap Rahmat.

Namun begitu, upaya yang telah dilakukan oleh pihak PT RUM tidak membuahkan hasil. Pasalnya warga sekitar pabrik masih melaporkan adanya bau yang tidak sedap tersebut.

Tags: PT RUMsritex
Previous Post

Empat Tahun Tol Laut Bergulir, Indef: Belum Efektif dan Tak Efisien

Next Post

IHSG Ditutup Melesat Naik ke 6.002, Kurs Rp 14.471

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR