Jakarta, TopBusiness – PT Mega Perintis Tbk (ZONE), perusahaan ritel pakaian khusus pria dan aksesoris hari ini remsi melantai di PT Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ke-56 di tahun ini.
Perseroan melepas sahamnya ke publik melalui skema penawaran perdana saham (initial public offering/IPO) sebanyak 197.000.000 lembar saham atau setara 24,72% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan.
Dalam perdagangan debutnya, harga saham ZONE melonjak 49,6% ke posisi Rp446 per saham dari harga perdana di level Rp298 per saham. Frekuensi perdagangannya terjadi sebanyak sekali dengan volume 100 lot.
Menurut Direktur Utama ZONE, FX Afat Adinata Nursalim langkah perusahaan masuk BEI melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi.
Apalagi bisnis perseroan, disebut Afat masih memiliki prospek yang positif. “Ada indikasi optimisme dari konsumen hingga kini terus meningkat atau terus menunjukkan tren menguat yang tercermin pada Indeks Keyakinan Konsumen di level optimistis,” jelas dia Gedung BEI, Jakarta, Rabu (12/12/2018).
Afat menambahkan, dengan meningkatnya keyakinan konsumen ini juga didorong oleh membaiknya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ekspektasi terhadap kondisi ekonomi ke depan.
Dia menegaskan, dari dana IPO itu nantinya sekitar 43% akan dialokasikan untuk penambahan modal kerja dan sekitar 31% akan digunakan untuk pengembangan usaha melalui penambahan jumlah outlet atau gerai baru.
“Dan sisanya sekitar 26% akan digunakan Perseroan untuk pengembalian fasilitas Short Term Loan (STL) seasonal dari salah satu instutusi perbankan,” kata dia.
Perseroan mengawali bisnis pada tahun 1999 di bidang garmen. Fokus bisnis Perseroan saat ini terbagi dalam tiga lini yakni fesyen ritel melalui Mega Perintis dan PT Mitrelindo Global, bisnis garmen melalui PT Mega Putra Garment, dan perdagangan/trading melalui PT Mitra Perintis Merdeka. Merek-merek dari produk fesyen ritel antara lain: Manzone, MOC Dan Nike.
“Perseroan terus ekspansi dengan beberapa strategi di antaranya melakukan pemasaran yang tepat guna, pengembangan jaringan dan peningkatan kualitas outlet, serta mengembangkan platform e-commerce,” ujar Afat.
Penulis: Tomy
