Jakarta, TopBusiness – Keberadaan perusahaan berstatus BUMN penting, seiring dengan roda pembangunan nasional dan motor penggerak ekonomi. Namun sayang, keberadaan perusahaan berpelat merah itu kerap kali jadi ajang politisasi atau alat penguasa.
Merasa prihatin dengan situasi tersebut, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno saat berbicara dalam sebuah diskusi bertajuk “Selamatkan BUMN sebagai Benteng Ekonomi Nasional” di Jakarta, Rabu (12/12/201) berkomitmen BUMN tak bakal dijadikan alat kekuasaan. Dengan catatan jika dirinya terpilih dalam Pilpres 2019 mendatang guna mendampingi Capres Prabowo Subianto.
“Insya Allah, kalau Prabowo-Sandi dapat amanah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, kita akan jaga BUMN ini bukan alatnya Prabowo-Sandi,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, BUMN tentu saja mempunyai visi dan misi dalam rangka meningkatkan kinerja dan tata kelola perusahaan baik (good corporate governance/GCG).
“Karena politisi itu come and go. Tapi integritas itu stay di BUMN. Kalau BUMN bisa bangun profesionalisme dan integritas. Insya Allah benteng ekonomi bisa diperankan oleh BUMN,” ungkapnya.
Lebih lanjut, mantan wagub DKI ini memaparkan apabila pengelolaan perusahaan BUMN dengan sistem milik Negara dilakukan secara professional, integritas serta transparan, niscaya kesejahteraan terwujud.
“Mudahan-mudahan BUMN akan jadi BUMN yang maju, kuat, benteng ekonomi dan infrastruktur tetap terbangun,” pungkasnya.
Penulis: Agus
