Jakarta, TopBusiness – Keinginan pemerintah terhadap banyak perusahaan yang mengembangkan proyek infrastruktur mengandalkan pendanaan dari pasar modal, ternyata sudah terbukti di tahun ini.
Dalam catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), banyak emiten yang sudah melakukan fund rising melalui pasar modal untuk membiayai proyek-proyek infrastrukturnya.
“Kami mencatat pada tahun ini terdapat 24 emiten sektor infrastuktur yang melakukan fund raising melalui pasar modal
dengan total nilai emisi mencapai Rp28,05 triliun,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/12/2018).
Selain itu, ada juga penerbitan Kontrak Investasi Kolektif-Efek Beragun Aset (KIK-EBA) terkait infrastruktur dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp7,44 triliun.
“Juga ada penerbitan EBA-SP dengan total nilai sekuritisasi Rp3,57 triliun, serta KIK-DIRE dengan nilai sekuritisasi sebesar Rp0,62 triliun,” kata Wimboh.
Selain itu, lanjut dia, OJK juga telah mempermudah start-up company untuk memperoleh pendanaan dari pasar modal melalui equity crowdfunding, meneruskan kegiatan edukasi masyarakat serta meningkatkan integritas pasar melalui penegakan hukum yang konsisten yang diterapkan di industri pasar modal.
“Berbagai upaya ini diharapkan akan menjadikan pasar modal Indonesia lebih kompetitif baik di pasar regional dan global,” harap Wimboh.
Dan di tahun 2019 mendatang, kata dia, seluruh pelaku pasar modal Indonesia bertekad untuk kembali memberikan kontribusi terbaiknya, terutama untuk mendukung pembiayaan program-program ekonomi prioritas pemerintah.
Penulis: Tomy
