TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Strategi ELSA di Tengah Fluktuasi Harga Minyak Dunia

Busthomi
21 January 2019 | 17:42
rubrik: Business Info
Harga Minyak Mentah Melonjak, Catat Rekor Tertinggi

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Salah satu anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Elnusa Tbk (ELSA) berusaha untuk mengusung strategi diversifikasi portofolio di tahun 2019 ini.

Untuk itu, di tengah fluktuasi harga minyak dunia, perusahaan penyedia jasa energi tersebut tetap mengaku optimistis bisa raih kinerja positif di tahun ini.

“Melalui strategi ini, Elnusa sendiri berhasil menghadapi dinamika industri migas dalam tiga tahun terakhir dengan kinerja positif,” tutur Direktur Utama Elnusa, Tolingul Anwar di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Dia menegaskan, dalam enghadapi fluktuasi harga minyak dunia ini, strategi keseimbangan portofolio merupakan upaya perseroan untuk tetap menghasilkan kinerja yang baik itu.

“Fokus kinerja diarahkan pada jasa hulu migas berbasis non-aset serta jasa distribusi & logistic energi. Hal ini merupakan strategi adaptasi untuk memanfaatkan peluang kondisi industri migas saat ini,” terang dia.

Melanjutkan strategi ini, ELSA yakin dapat mengoptimalkan servis yang dimiliki dan meraih peluang-peluang yang ada. Apalagi adanya peralihan pengelolaan blok migas habis kontrak ke Pertamina, rencana penerapan signature bonus untuk eksplorasi migas, serta keberpihakan pemerintah terhadap kontraktor jasa migas dalam negeri menjadi peluang perseroan ke depannya.

“Elnusa merupakan bagian dari grup Pertamina, dan Pertamina saat ini mendapatkan kesempatan mengelola beberapa wilayah kerja migas yang telah habis masa kontraknya,” kata Tolingul.

Dengan begitu, tentu pengelolaan ini membutuhkan kontraktor jasa, dan ELSA berharap akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar dalam rangka sinergi Pertamina Group.

Selain itu, beberapa bisnis baru untuk menghasilkan pendapatan usaha yang berkelanjutan juga menjadi fokus tambahan di 2019 ini.

Di antaranya skema bisnis berbasis aset, penjajakan pada lini servis midstream migas & energi baru terbarukan, serta memulai inisiatif bisnis digital maupun pengembangan servis yang ada dengan value preposition digital.

BACA JUGA:   Ini Komitmen ELSA dalam Membangun Kemandirian Energi Nasional

“Ke depan, Elnusa tidak hanya akan menggenjot kinerja melalui dua focus lini servis unggulan saat ini. Juga pengembangan bisnis TBBM, depot maupun DPPU dengan skema kepemilikan aset, pengoptimalan kompetensi operation & maintenance kilang migas, serta penjajakan bisnis energi baru terbarukan & digital merupakan beberapa prospek bisnis baru yang akan dikejar,” jelasnya.

Hingga November 2018, ELSA berhasil mencatatkan kinerja dengan pendapatan usaha sebesar Rp5,9 triliun dan laba bersih Rp251 miliar (unaudited). Atau meningkat bila dibandingkan dengan capaian periode sama di 2017, pendapatan usaha Rp4,4 triliun (tumbuh 34%) dan laba bersih Rp202 miliar (naik 24%).

“Melalui peluang-peluang yang ada, diversifikasi kompetensi serta nilai tambah berupa total solution services. Kami optimis kinerja Elnusa akan lebih baik lagi pada tahun mendatang,” pungkasnya.

Penulis: Tomy

Tags: elnusaELSAminyak
Previous Post

IHSG Tetap di Zona Hijau

Next Post

Indeks Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR