Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, memperkirakan penumpang pesawat rute domestik pada tahun ini akan cenderung sepi.
Pada periode Januari, jumlah penumpang menurun, bahkan tren tersebut sudah mulai terlihat sebelum ramainya kenaikan harga tiket pesawat.Namun, dia mengatakan kondisi tersebut masih bisa berubah.
Terlebih lagi, Arie mengklaim jika jumlah penumpang yang bepergian ke luar negeri juga cenderung meningkat. “Tapi penumpang asing juga banyak. Dengan dibukanya kembali rute direct Jakarta-London,” ujar pria yang akrab disapa Arie seperti ditulis, Kamis (24/1/2019).
Garuda menargetkan pertumbuhan penumpangnya mencapai 20 persen pada tahun ini. Maskapai penerbangan milik BUMN tersebut optimistis target tersebut bisa tercapai dengan beberapa strategi yang disiapkan perusahaan.
Salah satu strategi yang akan membantu perusahan untuk mencapai target tersebut adalah kerja sama operasi antara Garuda Group dan Sriwijaya Group.
“Kita target sekitar 20 persen (pertumbuhan penumpang) tetapi mungkin nanti lihat per kuartal,” kata Arie.
Pada periode tahun lalu, Arie merinci jumlah penumpang maskapai Garuda Indonesia sekitar 21 juta orang. Adapun anak usahanya yang bergerak di maskapai berbiaya murah atau low cost carrier, Citilink, sekitar 12 juta. Sementara Sriwijaya Air sekitar 9-10 juta orang.
Selain adanya kerja sama dengan Sriwijaya, Arie mengatakan untuk mencapai target pertumbuhan 20 persen perusahaan juga akan agresif menggelar promo tiket baik melalui online maupun offline.
