Jakarta, TopBusiness – Sepanjang tahun ini, dana kelolaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) ditargetkan mencapai Rp 121 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada 2018 yang mencapai Rp 113 triliun.
“Sampai akhir tahun ini, kami memproyeksikan dapat meraup pertumbuhan dana kelolaan sebesar 7,08% dibanding tahun 2018,” ujar Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu kepada media di Jakarta, Kamis (24/1/2019).
BPKH optimistis bisa mencapai target dana kelolaan tahun ini sebesar Rp 121 triliun dengan didukung oleh 31 perbankan yang menerima setoran haji.
Target dana kelolaan 2019 sebesar Rp 121 triliun itu dengan komposisi 50% ditempatkan di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) dan 50% di investasi.
Anggito juga menegaskan, tahun ini BPKH tidak mengalokasikan dana haji untuk berinvestasi melalui skema PINA. Kecuali, ada penawaran proyek yang bagus dan potensial.
BPKH sedang berfokus untuk meneken kesepakatan berinvestasi langsung di Arab Saudi. Sektor-sektor yang disasar itu masih seputar kebutuhan untuk jemaah haji seperti hotel, katering dan penerbangan.
“Prioritas kita sekarang ada di luar negeri. Nanti kalau ada proyek bagus misalnya dalam bentuk valas bisa aja,” ujarnya.
Penulis: nrd
