Jakarta,TopBusiness—Untuk jangka pendek dan menengah, pertumbuhan pasar otomotif Indonesia diprediksikan dipengaruhi sejumlah faktor. Hal itu adalah pertumbuhan ekonomi, pengembangan infrastruktur, tingkat bunga perbankan, pertumbuhan kelas menengah, dan konsumsi swasta.
Hal tersebut dijelaskan oleh Associate Partner and Senior Vice President of Mobility Frost and Sullivan, Vivek Vaidya, di Jakarta (24/1/2019).
Vaidya menjabarkan bahwa IMF telah memangkas proyeksi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2019 menjadi 5,1%. Adapun sebelumnya, diprediksikan di 5,5%.
Adapun di pengembangan infrastruktur, pemerintah Indonesia untuk 2019 telah merencanakan membangun jalan sepanjang 2.007 km; rel kereta sepanjang 415,2 km; jembatan yang panjangnya 27.067 km; 48 bendungan; dan empat bandar udara.
Selanjutnya, kecenderungan tingkat suku bunga tinggi membuat belanja komsumsi cenderung rendah.
Vaidya mengatakan, di tahun 2020, kelas menengah Indonesia berlipat dua menjadi 150 juta orang. “Kemudian, 65% penduduk Indonesia ada di usia produktif. Hal ini berlanjut sampai tahun 2035.”
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa dalam hal konsumsi swasta, masyarakat Indonesia masih punya tingkat optimis yang bagus.
Penulis: Adhito
