Jakarta, TopBusiness – PT Hotel Indonesia Natour (Persero) siap menjajaki pasar luar negeri dengan mengelola beberapa hotel yang dimiliki BUMN lain di luar negeri. Salah satunya hotel milik PT Pertamina (Persero) di Arab Saudi.
Menurut Direktur Utama HIN, Iswandi Said dalam rangka sinergi BUMN, pihaknya akan tahun ini akan banyak mengelola hotel-hotel milik peruasahaan pelat merah lainnya. Totalnya ada 12 hotel yang akan dioperasikan HIN dan masuk dalam Hotel Indonesia Group (HIG).
Terkait dengan semangat itu, kata Iswandi, pihaknya pun siap mengambil alih hotel Pertamina yang rencananya akan ada di tanah suci Makkah, Arab Saudi.
“Ada rencana dari Kementerian BUMN bahwa Pertamina akan ambil alih atau beli satu hotel di Makkah. Nantinya setelah dibeli concern-nya itu HIG yang ngelola. Jd kita akan go international,” ungkap dia di Jakarta, Kamis (31/1/2019).
Dengan strategi seperti itu, dia memastikan, ekspansi ke luar negeri tak mesti harus memiliki langsung sebuah hotel, melainkan cukup mengoperasikan hotel BUMN lain.
“Ini ada klasifikasinya. Kami tak akan bangun hotel di luar negeri cuma sebagai hotel operating saja. Ini juga bagian dari rencana holding BUMN pariwisata,” ujar dia.
Untuk hotel yang akan dikelola di dalam negeri, kata dia, hotel tambahan tersebut merupakan hasil sinergi dengan sejumlah BUMN, antara lain dengan Perum Jasa Tirta I di Jawa Timur.
“Ada beberapa BUMN yang sepakat dan sudah tanda tangani MoU dan Perjanjian Kerja Sama. Yang sudah tanda tangan sekitar 12 hotel yang akan kita kelola di awal tahun 2019,” dia memastikan.
Selain itu ada juga hotel yang baru saja terbakar di daerah Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat. Nanyinya, pihak HIN yang akan mengelola dengan memetakan pangsa paaar yang tepat.
“Termasuk hotel di Labuhan Bajo, NTT. Ini kolaborasi kita untuk perhotelan. Kita akan kelola bersama. Bahkan karena bersama, untuk cost opersionalnya pun kita lakukan bersama. Yang pentibg memenuhi standar pelayanan wisata dengan standar internasional,” kata dia.
Terkait kinerja HIN, perseroan menargetkan perolehan laba bersih di 2019 ini melebihi angka Rp21 miliar. Tanpa mau menyebut angka pasti angka tersebut merupakan raihan perseroan di 2018 lalu.
Di 2018 sendiri, HIN mencatat kenaikan keuntungan yang melonjak drastis. “Di 2018, keuntungan HIN berkali-kali lipat ketimbang 2017. Pada 2017 perusahaan berhasil mencatat Keuntungan hanya Rp 9 juta. Namun pada 2018, berhasil untung Rp 21 miliar,” ujar dia.
Makanya, dia 2019 ini pihaknya optimistis dapat meningkatkan laba bersih lebih tinggi. Sebelumnya, perusahaan tersebut sempat mengalami kerugian. Pada 2015 mencatat kerugian sekitar Rp 113 miliar.
“Saat kami masuk, kami mencanangkan 2016 recovery. Berhasil tidak menambah rugi. Dan pada tahun 2017 berhasil keluar dari dadtar BUMN yang mengalami kerugian,” jelas Iswandi.
Penulis: Tommy
