
Jakarta, businessnews.id — Pertumbuhan penyaluran KPR (kredit pemilikan rumah) oleh BNI cenderung menurun. Oleh sebab itu, BNI mengantisipasi dengan banyak menyasar segmen calon debitur yang lebih tinggi.
Hal itu dijelaskan oleh General Manager Product Management Division Consumer and Retail Banking BNI, Dodit. W. Probojakti, di Jakarta (26/6/2014).
Dodit menjelaskan, bahwa sampai akhir tahun 2014 ini, pertumbuhan KPR BNI diperkirakan di kisaran 18%. Pihaknya memahfumi terjadinya perlambatan itu, sebab memang ada sejumlah faktor eksternal sebagai penyebab.
“Sampai bulan berjalan 2014 ini, pertumbuhan KPR kami di 20%. Adapun di periode yang sama tahun lalu atau diperbandingkan year on year, mencapai 26%-an.”
Terkait kemungkinan KPR FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) tidak lagi diberikan untuk rumah tapak mulai tahun 2015, bagaimana respons BNI?
Jawab dia, “Saya rasa, mungkin saja BNI lebih melirik untuk membiayai segmen yang tidak lagi dibiayai FLPP tersebut.”
Saat ini pun, BNI sudah punya pemetaan untuk rumah murah yang selama ini dibiayai KPR FLPP dari Pemerintah Indonesia.
“Selama ini, kalau rumah kelas tersebut, telah kami perhitungkan keberadaannya sebagai area di luar perkotaan. Jadi, sudah dalam pemetaan kami.” (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito