Jakarta, TopBusiness – Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta secara teknis sudah siap beroperasi. Saat ini, progres pembangunannya sudah mencapai 99,06 persen.
Direktur Utama PTMRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, saat ini pihaknya masuk fase uji coba sistem perkeratapian (full trial run) yang sudah dimulai sejak 27 Februari.
“Di fase ini, ada dua moda yang kita kerjakan yaitu pertama emergency operation simulation dan kedua pelibatan publik dalam prosen uji coba ini,” ujar William kepada media di kantor MRT Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (28/2/2019).
Menurut William, emergency operation simulation akan dilakukan hingga 11 Maret 2019 untuk kemudian esoknya atau pada 12 Maret dilakukan uji coba untuk publik hingga sebelum operasional secara komersial. “Untuk opersional komersial kami perkirakan antara 24 hingga 31 Maret ini,” kata dia.
Terkait uji coba untuk publik, PT MRT Jakarta secara membuka sebanyak 285.600 pendaftar yang ingin menaiki kereta secara gratis. Jumlah ini merupakan total uji coba untuk warga dari 12 Maret hingga 24 Maret 2019.
“Ini bertahap karena kami harus menyesuaikan dengan pengaturan di stasiun sampai nanti 28.000. Jadi sampai 28 Maret kami akan mengakomodir 285.600 orang,” kata William Sabandar.
Adapun kuota uji coba pada 12 Maret dibuka sebanyak 4.000 orang, 13 Maret sebanyak 8.000 orang, 14 Maret dengan 12.000 orang, 15 Maret sebanyak 16.000 orang, 16 Maret sebanyak 20.000 orang, 17 Maret sebanyak 24.000 orang, dan 18 – 24 Maret sebanyak 28.800 orang per harinya.
Jika pada hari pertama kuota uji coba sudah full sebanyak 4.000 orang, maka akan langsung ditutup dan pendaftar yang lebih akan dialihkan pada esok harinya. “Jadi masyarakat juga bisa lihat hari mana yang paling banyak kuota mungkin bisa dipilih,” kata dia.
Bagi masyarakat yang ingin menaiki MRT selama masa uji coba ini harus mendaftarkan diri terlebih dulu di website jakartamrt.co.id mulai 5 Maret 2019.
Penulis: nurdian
