Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan masih akan mengalami pelemahan. Hal ini karena dipengaruhi oleh sentiment perang dagang yang membuat capital inflow di negeri Paman Sam itu.
Mengutip Bloomber pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.137 atau memerah tipis 7 poin dari penutupan kemarin di tangga Rp14.130. Rupiah pun terus melemah dalam 1 jam pertama ke posisi ke Rp14.154.
Menurut analis pasar uang dari Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail pada perdagangan hari ini diperkirakan dollar indeks akan bergerak menguat dan rupiah melaju sebaliknya. Diperkirakan dollar indeks menguat di level 96.6-96.8 terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia.
“Hal tersebut didorong oleh ekspektasi investor bahwa akan tercipta kesepakatan dalam penyelesaian perang dagang antara AS dan China,” ungkap Mikail di Jakarta, Selasa (5/4/2019).
Hal ini terjadi karena ekspektasi investor yang lebih positif terhadap hasil perundingan perdagangan yang diperkirakan investor akan lebih berani berinvestasi di pasar modal AS. “Sehingga akan mendorong kembalinya arus modal (capital inflow) ke AS,” tandas dia.
Sehingga dengan kondisi tersebut, mata uang NKRi itu kemungkinan akan mengalami pelemahan seiring menguatnya dollar index tersebut. “Rupiah kemungkinan melemah ke level Rp14.150/USD-Rp 14.190/USD,” pungkas dia.
Di perdagangan kemarin, kurs rupiah pada pagi dibuka melemah Rp 14.138 per USD. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 14.115 per USD hingga Rp 14.155 per USD.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.149 per USD dibanding hari sebelumnya di posisi Rp 14.111 per USD.
Penulis: Tomy
