Jakarta, TopBusiness – Berdasarkan riset awal dan seleksi administrasi, PT. Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Kalteng (Kalimantan Tengah) akhirnya terpilih menjadi salah satu dari 200 BUMD yang masuk finalis untuk maju di babak penjurian di ajang corporate rating “Top BUMD 2019” yang dihelat Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga konsultan dan lembaga riset independent.
Direktur Utama Jamkrida Kalteng, Suhartono, SE., CRGP dalam sesi wawancara penjurian yang dilakukan Selasa (12/3/2019), di Gedung WTC, Jl Jend.Sudirman Jakarta, berkesempatan menyampaikan berbagai capaian terkait terobosan inovasi layanan dan juga kinerja usaha.
Dalam paparannya, Dirut Suhartono mengatakan, PT Jamkrida Kalteng merupakan Badan Usaha Milik Daerah yang sahamnya dimiliki Pemerintah Provinsi dan seluruh Pemerintah Kabupaten/Kota se Kalteng. Pendirian Jamkrida Kalteng dilatarbelakangi oleh permasalahan UMKM, terutama terkait masalah permodalan. Sebagaimana yang dialami UKMKM pada umumnya, para pelaku usaha ini kesulitan mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal, seperti perbankan, disebabkan oleh keterbatasan atau kesulitan memenuhi ketentuan jaminan.
“Kami hadir untuk menjembatani masalah ini. Jadi keberadaan Jamkrida Kalteng sesuai dengan visi dan misi, hadir untuk membantu UMKMK dengan memberikan jaminan kredit supaya para pelaku usaha ini, terutama UMKM di Kalteng bisa terus meningkatkan kinerja usaha dan daya saing. Dengan adanya program penjaminan diharapkan makin banyak pelaku usaha yang bisa terbantu, sekaligus bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pada umunya,” ujar Hartono, didampingi Kabag Keauangan PT Jamkrida Kalteng, Leo Adano.
Hingga saat ini, PT Jamkrida Kalimantan Tengah (Kalteng) telah memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah setempat untuk mendapatkan kredit, dimana hingga akhir 2018 penjaminan kredit jumlahnya mencapai Rp 1,1 triliun. Jumlah ini mengalami peningkatan sekitar Rp200 miliar dari tahun sebelumnya.
“Sejak beroperasional tahun 2014, Jamkrida Kalteng telah berkontribusi menjamin para nasabah baik Bank maupun Lembaga Keuangan lainnya di Kalteng dengan plafond kredit yang dijamin yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun, termasuk sebagian besar nasabah UMKM. Pelaku UMKM yang telah dibantu mendapatkan kredit tersebut jumlahnya mencapai ribuan dan tersebar di sejumlah kabupaten/kota,” kata Direktur Utama Jamkrida Kalteng Suhartono.
Ditambahkan, sekarang ini Jamkrida Kalteng memfasilitasi UMKM mendapatkan kredit baru melalui kerja sama dengan mitra, seperti Bank Pembangunan Kalteng, dan jajaran BPR yang ada di berbagai daerah di Kalteng. Untuk memberi kemudahan nasabah dan hubungan dengan mitra, Jamkrida Kalteng juga juga melakukan terobosan dengan mengembangkan sistem manajemen berbasis IT dengan membangun sistem web based serta ERP (Enterprise Resource Planning) untuk mendukung sistem manajemen yang lebih baik.
“Software ERP ini kita bangun sendiri oleh tim internal, terutama untuk mengintegrasikan keseluruhan data dan informasi terkait fungsi-fungsi di sistem manajemen. Jadi untuk memudahkan integrasi data-datanya ke dalam satu sistem secara terpusat secara cepat, sehingga bisa makin memudahkan dan meningkatkan layanan bagi para nasabah. Sistem IT ini tentu akan terus kami sempurnakan,” ujarnya.
Penulis: Ahmad Churi
