TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Food Station Tjipinang Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun

Nurdian Akhmad
13 March 2019 | 16:11
rubrik: BUMD
Food Station Tjipinang Targetkan Pendapatan Rp 2 Triliun

Jakarta, TopBusiness – PT Food Station Tjipinang Jaya mencapai pendapatan tertinggi selama 45 tahun berdiri pada akhir 2018. Tercatat, penjualan Food Station dari Januari-Desember 2018 sebesar Rp 1,6 triliun dan perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 30 miliar. Total pendapatan ini meningkat 190 persen dari tahun 2017 yang saat itu ada di angka Rp 842 miliar.

Direktur Utama Food Station Arief Prasetyo Adi menyebutkan rincian total pendapatan berasal dari 3 sektor, yakni perdagangan operasi pasar dengan pendapatan Rp 485,8 miliar, perdagangan di modern market dengan pendapatan sebesar 310,7 miliar dan perdagangan tradisional sebesar 1.257 Triliun.

“Secara keseluruhan dalam empat tahun terakhir tren pertumbuhan Food Station terus bertambah baik. Di 2015 kita memperoleh pendapatan sebesar Rp 538 miliar dan laba bersih Rp 6 miliar, 2016 pendapatan kita 462 miliar tapi dengan laba bersih Rp 9 miliar, lalu di tahun 2017 meningkat dratsis ke angka Rp 842 miliar dengan laba bersih Rp 163 miliar,” kata Arief dalam wawancara penjurian TOP BUMD 2019 di Jakarta, Selasa (12/03).

Arief mengungkapkan sejauh ini penjualan terbesar dari Food Station masih didominasi oleh beras.Food Station sendiri telah memiliki dua unit mesin pengolah beras atau RMU (Rice Milling Unit) dengan kapasitas produksi 5 ton per jam.

“Penjualan masih didominasi oleh beras dengan porsi 73,34 persen  atau kurang lebih 10 ribu ton. Lalu penjualan susu dengan persentase 10,87 persen. Stiap bulannya kita bisa jual susu kurang lebih 1,5 juta liter atau skitar 400 ribu karton. Selainnya ada di penjualan telur dengan persentase 5,01 persen, ikan 4,71 persen, bawang putih 4,54 persen serta Gula 0,50 persen, minyak goreng 0,35 persen dan tepung terigu 0,05 persen,” terang Arief.

BACA JUGA:   Amankan Stok Beras, Food Station Panen Padi di Cilacap

Untuk tahun 2019, lanjut Arief, Food Station menargetkan total pendapatan perusahaan sebesar Rp 2 triliun dengan target laba bersih sebesar Rp 33 miliar. Target ini menurutnya sangat realistis jika melihat tren kinerja dan penjualan yang terus membaik.

“Kita tentu saja optimis bisa mencapai target-target yang telah kita rencanakan. Ini juga karena di tahun ini kita siap untuk memulai terobosan baru mulai dari membuat produk baru yaitu jagung, penetrasi di pasar modern dan memiliki Private Brand di indomaret dan alfamaret. Kita sudah sampaikan targer-target ini pada rekan-rekan di Food Station dan selalu kita tanamkan target itu agar tercapai,” pungkasnya.

Penulis: Aby Abduljabbar Siddiq

Tags: Food StationTop BUMD 2019
Previous Post

AirAsia Terus Dekati Garuda Untuk Lepas Citilink

Next Post

NPL Bank Solo Lebih Rendah daripada Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR