Jakarta, TopBusiness – Dalam rangka masih masifnya pembangunan jalan tol baru untuk mendukung pecepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) akan terus melakukan kajian dan peneritan produk alternative pendanaan.
“Sumbernya, baik itu bersifat utang maupun dari ekuitas. Cara itu akan terus dilakukan untuk memenuhi pembangunan jalan tol baru,” jelas Sekretaris Perusahaan JSMR, M. Agus Setiawan menanggapai surat permintaan klarifikasi dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti dikutip dari keterbukaan informasi, di Jakarta, Kamis (14/3/2019).
Selama ini, skema perseroan dalam mencari pendanaan melalui obligasi konvesnional, sukuk, komodi bond, sekuritasi, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan yang terbaru melalui Dana Investasi Infrastruktur.
“Untuk KIK (Kontrak Investasi Kolektif) DINFRA perseroan telah melakukan sosialisasi dengan investor potensial. Total penerbitannya hingga Rp 1 triliun. Dan proses ini ditargetkan akan selesai pada akhir Maret 2019 ini. Pokoknya, produk pendanaan itu akan diterbitkan sesuai dengan kebutuhan perseroan,” papar dia.
Meski perseroan akan gencar melakukan aksi korporasi melalui utang, kata dia, sejauh ini tak ada hal penting yang akan memengaruhi nilai ekuitas maupun harga saham perseroan.
Selama ini, JSMR begitu atraktif dalam mencari sumber-sumber pendanaan untuk proyek-proyek infrastrukturnya. Bahkan nilainya hingga triliunan rupiah. Sebelumnya pada 2017 lalu, perusahaan berhasil meraih dana Rp4 triliun dari komodo bond di London Stock Exchange (LSE). Surat utang itu merupakan obligasi global dengan denominasi rupiah.
Kemudian, Jasa Marga juga telah merilis produk KIK Efek Beragun Aset (KIK-EBA) Mandiri Pendapatan Tol Jagorawi juga pada 2017 lalu. Skema pendanaan ini berupa sekuritisasi asset dengan mengagunkan asset tol Jagorawi senilai Rp1,858 triliun.
Penulis: Tomy
