Jakarta, TopBusiness—Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melanjutkan pelemahannya, meski tipis. Hal ini karena sentimen ketidakpastian global masih menggelayuti rupiah.
Mengutip Bloomberg Jumat (29/3/2019) pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp14.241 memang menguat tipis 2 poin dari penutupan kemarin di level Rp14.243. Namun pergerakan rupiah justru kian fluktuatif.
Di pukul 08.22 WIB, ke posisi Rp14.246, tapi kemudian kembali ke posisi Rp14.241 di pukul 08.34 WIB. Dan akhirnya ke tangga Rp14.244 di pukul 09.00 WIB atau satu jam dari pembukaan.
Analis Monex Investindo Futures Ahmad Yudiawan menyebutkan, masalah ketidakpastian global membuat pelaku pasar meninggal asset-aset yang tak aman seperti rupiah, sehingga lebih beralih ke aset seperti USD.
“Keluarnya dari aset berisiko itu membuat permintaan USD meningkat. Apalagi masalah perang dagang AS-China masih tidak jelas. Dengan ketidakpastian itu menggerus aset berisiko, termasuk rupiah,” ungkap dia di Jakarta, Jumat (29/3/2019).
Saat ini, dia menegaskan pelaku pasar global banyak mengincar obligasi AS yang dinilai menggiurkan dan aman. “Sehingga membuat permintaan akan USD cukup besar,” kata dia.
Sementara itu masalah global lainnya terkait komentar dovish dari Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi yang menyebut masih melambatnya pertumbuhan ekonomi zona Euro menjadi sinyal buruk pelaku pasar.
Apalagi isu kembali mengucurkan stimulus untuk menstabilkan ekonominya pasca Brexit dan perang dagang AS-China, hingga kini masih juga beluk ada titik jelas.
“Dengan kondisi tersebut, saya memprediksi laju rupiah pada Jumat (29/3) ini akan bergerak melemah di kisaran Rp 14.150 hingga Rp 14.320 per USD,” pungkas dia.
Penulis: Tomy
