TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Rights Issue AGRO Tinggal Persetujuan Menteri BUMN

Achmad Adhito
29 March 2019 | 12:46
rubrik: Capital Market
Rights Issue AGRO Tinggal  Persetujuan Menteri BUMN

RUPS BRI Agroniaga (Foto: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness—PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) menyebut, sejauh ini pihaknya masih menunggu sinyal positif dari Kementerian BUMN terkait rencana penerbitan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue).

Hal itu pun dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018, yang digelar di kantornya di Jakarta (28/3/2019). Rencananya, perseroan bakal mengincar dana senilai Rp700 miliar dari aksi korporasi tersebut.

“Dengan rights issue ini, nantinya kami ingin naik ke BUKU (bank umum kelompok usaha) III. Dan paling lambat akhir tahun bisa naik ke BUKU III,” ujar Direktur Utama AGRO, Agus Noorsanto.

Jika mau naik ke BUKU III, kata dia, dibutuhkan permodalan yang kuat. Sesuai aturan modal dasar bank BUKU III adalah minimal Rp5 triliun. Dan posisi permodalan perseroan per 31 Desember 2018 masih di angka Rp3,3 triliun.

“Sehingga paling tidak akan dibutuhkan sekitar Rp 700 miliar untuk mencapai Rp5 triliun dengan ditambah lainnya. Jadi kurang lebih kisarannya seperti itu,” kata dia.

Dengan penerbitan rights issue ini, maka kepemilikan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), sebagai induk usaha AGRO akan berkurang. Saat ini, BBRI memegang 87 persen saham AGRO, nantinya akan berkurang menjadi 80 persen saja.

“Kita akan lempar publik baik asing maupun lokal. Juga investor strategis terus kami incar. Kita akan komunikasikan lagi ke masyarakat baik dalam negeri maupun luar negeri. Dan nanti kemungkinan BRI akan menurunkan kepemilikannya dan tentu harus ada persetujuan pemilik yakni Kementerian BUMN. Supaya likuiditas di market lebih tinggi,” papar dia.

“Kita akan jajaki investor strategis. Belum dapat sampai sekarang. Dulu sempat bicara dengan investor strategis, maka kita akan komunikasi lagi. Nantinya porsi kepemilikannya bebas, baik asing maupun lokal,” ujar dia.

BACA JUGA:   IHSG Alami Peningkatan Poin

Rencananya, aksi korporasi ini ditargetkan bisa rampung di kuartal III atau semester II-2019 ini. Karena tinggal menunggu persetujuan dari pemerintah. “Paling cepat di kuartal III atau semester II tahun ini,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

Tags: bri agroniagaright issue
Previous Post

Ketidakpastian Global Menggerus Rupiah

Next Post

PT BPR Kotabaru Perseroda Andalkan Kredit Mikro

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR