Jakarta, TopBusiness—Tahun 2020, pasar perkantoran di Jakarta bisa masuk ke tahap pemulihan (recovery). Sebab, untuk tahun 2020, pasokan baru ruang kantor sudah lebih menurun.
“Sementara itu, pada tahun 2019, pasokan baru yang masuk ke pasar, masih banyak,” kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta (2/4/2019), dalam paparan hasil survei pasar terbaru kepada sejumlah wartawan.
Ferry mengatakan bahwa, di kuartal pertama 2019, sebenarnya serapan pasar terhadap ruang kantor, sudah sedikit membaik. Namun, pasokan baru terus masuk. “Sehingga, situasi tenant market masih tidak terhindarkan,” kata dia.
Ada ditambahkan bahwa, dalam situasi tenant market itu, para penyewa sangat leluasa dalam tawar-menawar. Situasi di mana gedung kantor lama harus bersaing dengan gedung kantor baru, memerkuat posisi tawar-menawar para tenant.
Saat ini, masih menurut Ferry, gedung kantor baru punya tingkat hunian yang lebih baik. Harga sewa yang ditawarkan tidak berbeda jauh dengan gedung lama, sehingga para tenant lebih memilih masuk ke gedung baru.
Harga sewa saat ini ada di level ‘penawaran’. Ada kenaikan harga sewa di gedung baru kelas A, dan ini dikarenakan tanahnya mahal sehingga harga tersebut ditawarkan tinggi.
Tetapi, dari segi harga transaksi yang terjadi, sebenarnya belum ideal untuk pengelola gedung.
Ujar Ferry, “Di tahap transaksi, pengelola gedung bisa memberikan potongan harga sampai 30%.”
Ferry pun ada menjelaskan bahwa di kuartal pertama tahun 2019 itu, harga jual ruang kantor tidak banyak bergerak ketika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
“Jadi, secara umum, tidak ada yang spesial untuk kondisi pasar ruang kantor Jakarta kuartal pertama 2019,” dia menambahkan.
Penulis: Adhito
