Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali menguat mengikuti penguatan di hari-hari sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya sentiment negatif di AS dan Uni Eropa.
Mengutip Bloomberg pagi ini, laju mata uang NKRI ini dibuka di posisi Rp14.180 atau menguat tipis 2 poin dari penutupan kemarin di posisi Rp14.182. Bahkan apresiasi rupiah terus terjadi. Hingga satu jam pertama, mata uang Garuda itu menguat ke level Rp14.150.
Ahmad Mikail, analis pasar uang dari Samuel Sekuritas Indonesia menyebutkan, kendati pada hari ini diprediksi Dollar Index juga menguat, tapi rupiah diperkirakan tetap bergerak menguat.
“Penguatan Dollar indeks diperkirakan didorong oleh pelemahan data ekonomi Jerman yang memicu pelemahan euro atas dollar. Kemungkinan Dollar indeks bergerak menguat ke level 97.0-97.5 terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia terutama euro,” tutur dia di Jakarta, Jumat (5/4/2019).
Kondisi tersebut diperkuat oleh data factory orders Jerman yang turun menjadi -4,2% (mom) di Februari dibandingkan Januari sebesar -2,1% (mom). “Penurunan tersebut semakin mendorong kekhawatiran investor akan prospek ekonomi Uni Eropa,” ujarnya.
Sementara itu, kata dia, data tenaga kerja di AS mengalami penguatan. Tercatat data jobless claim di AS turun menjadi 202 ribu di minggu keempat Maret dari sebelumnya sebesar 212 ribu.
Kondisi itu akan memicu rupiah menguat. Pasalnya, lanjut dia, hal itu kemungkinan akan mendorong capital inflow ke pasar saham dan obligasi, setelah pasar saham AS positif kemarin malam akibat penurunan data tersebut.
“Dengan begitu, pergerakan rupiah kemungkinan akan menguat ke level Rp14.100/USD-Rp 14.150/USD,” pungkas Mikail.
Penulis: Tomy
