Jakarta, TopBusiness—Director of Risk and Compliance Bank Woori Saudara, I Made Mudiastra, mengatakan bahwa pihaknya meyakini bisa menjadi kelompok BUKU (Bank Umum Kegiatan Usaha) III, di tahun 2020. Dengan demikian, saat itu Bank Woori punya modal inti Rp 5 triliun.
“Sekarang ini, kami sudah punya modal inti Rp 4,6 triliun. Maka sudah dekat dengan modal inti Rp 5 triliun,” kata Made di Jakarta, belum lama ini, saat tanya jawab dengan Dewan Juri Top GRC 2019, suatu ajang penghargaan yang digelar Majalah TopBusiness.
Made menjelaskan, untuk tahun 2019 ini, pihaknya memerkirakan pencapaian laba bersih senilai Rp 640 miliar. Adapun laba bersih untuk tahun 2018, senilai Rp 537,97 miliar. “Sementara, laba bersih 2017 di Rp 438,72 miliar,” kata Made.
Untuk mencapai modal inti Rp 5 triliun pada tahun 2020, Bank Woori memerkirakan tidak memerlukan right issue di Bursa Efek Jakarta. “Yang perlu kami maksimalkan adalah pendapatan bagi para pemegang saham,” kata dia.
GCG dan Manajemen Risiko
Made, dalam kesempatan itu, juga menjelaskan bahwa Bank Woori mendapatkan peringkat GCG di level 2. Ini berdasarkan penilaian internal.
Soal peringkat risiko, Made pun menjelaskan perihal peringkat komposit untuk sejumlah jenis risiko. Antara lain, untuk ‘kualitas penerapan manajemen risiko’, Bank Woori mendapat peringkat komposit di level 2.
Adapun untuk beberapa poin tingkat risiko (risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, dan lain-lain), total peringkat komposit Bank Woori di level 2.
(Adhito)
