Jakarta, TopBusiness – PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Company (IPC) tengah menggodok pembentukan Komite GRC (good risk compliance). Pembentukan Komite ini bahkan masuk dalam salah satu program yang harus diimplementasikan tahun 2019 ini.
Sesuai roadmap implementasi Good Corporate Governance (GCG) IPC 2019, ada lima program yang harus dijalankan perusahaan tahun ini.
“Pembentukan Komite GRC ini menjadi salah satu program prioritas kami tahun ini. Tahapan ini sudah kami mulai dari bagian SPI (Satuan Pengawasan Internal) dan manajemen risiko. Tapi kami di bagian GCG sebagai inisiatornya,” ujar Riawan, senior deputy vice president GCG/Kepatuhan Peraturan Perusahaan dalam acara penjurian TopGRC 2019 di Gedung WTC, Jakarta, Selasa (16/4/2019).
Untuk bagian SPI, misalnya, Pelindo II selaku perusahaan holding membangun sinergi dengan SPI-SPI yang ada di anak usaha yang saat ini berjumlah 17 perusahaan. “Anak usaha ini kita bikin semacam payung hukum supaya kita bisa lakukan audit atau joint pengawasan di anak usaha,” ujar Widodo, executive vice president internal audit PT Pelindo II.
Untuk mewujudkan Komite GRC ini, menurut Riawan, pihaknya bergerak cepat. Progres pembentukan komite ini selalu dibahas dalam repat koordinasi di tingkat direktur yang digelar setiap pekan. Ia optimistis komite tersebut bisa segera terwujud.
Riawan menjelaskan, arah implementasi GRC di Pelindo dua adalah pertama untuk mendukung persiapan untuk menjadikan sebagai the World Class Port Operator baik dengan menggunakan pendekatan pelatihan, sertifikasi, maupun implementasi integrated GRC.
“Selain itu untuk memberikan masukan kepada manajemen IPC terkait perbaikan-perbaikan yang diperlukan dalam kerangka GRC serta membantu integrasi (koordinasi dan kerjasama) antar unit kerja terkait, dan menghilangkan silo,” papar dia.
Dalam roadmap implementasi GCG IPC yang diluncurkan sejak tahun 2017, ada beberapa tahapan pelaksanaan. Tahun 2017 adalah tahapan integrated. Dalam tahapan ini, pelaksanaan GCG telah menjadi budaya organisasi di entitas induk dan anak sehingga mampu mendukung peningkatan kinerja perusahaan.
Selanjutnya tahun 2018 masuk tahap trusted. Di sini IPC dengan GCG yang unggul mendapatkan kepercayaan dari pemangku kepentingan sebagai dasar membangun kredibilitas dan reputasi. Kemudian, tahun 2019 ini masuk tahapan sustainable. Dalam tahapan ini, secara berkesinambungan IPC mampu tampil sebagai perusahaan terkemuka dengan terus membangun budaya GCG dalam setiap rantai bisnisnya.
Terakhir pada 2020 masuk tahapan Citizenship di mana IPC mampu menjadi perusahaan berkelas dunia dan menjadi rujukan penerapan GCG bagi perusahaan lain di tingkat nasional dan internasional. Pada 2020, sesuai misi perusahaan, Pelindo II akan menjadi pengelola pelabuhan kelas dunia yang unggul dalam operasional dan pelayanan.
Secara bisnis, kinerja Pelindo II dalam dua tahun terakhir terus bertumbuh. Pendapatan usaha naik dari Rp 10,9 triliun (2017) menjadi Rp 11,7 triliun pada 2018. Tahun ini, sesuai RKAP perusahaa, Pelindo II menargetkan pendapatan usaha Rp 13,5 triliun. Sedangkan laba juga naik dari Rp 2,2 triliun pada 2017 menjadi Rp 2,43 triliun pada 2018. Tahun 2019 ini, BUMN ini menargetkan laba bersih Rp 2,61 triliun, naik 7,4 persen dibandingkan tahun lalu.
Penulis: Nurdian

