Jakarta TopBusiness – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR tengah giat-giatnya menyelesaikan tiga unit bendungan, yaitu bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Temef di Kab. Timor Tengah Selatan dan Manikin di Kab. Kupang.
Dalam laman pu.go.id, di Jakarta, hari ini, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah, jika dibanding daerah lain.
“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” kata Menteri Basuki.
Progres pembangunan bendungan Napun Gete mencapai 63,21% dengan target kelar tahun 2020. Total nilai kontrak pembangunannya sebesar Rp 884 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya. Bendungan ini mempunyai kapasitas tampung 14,34 juta m3 dengan luas genangan 99,78 hektare.
Selanjutnya, bendungan Temef dengan luas genangan 380 hektare dengan kapasitas tampung 45,78 m3. Total biaya pengerjaan bendungan Rp 1,5 triliun dengan masa waktu pelaksanaan 2017-2021. Pembangunan kontruksi dilaksanakan kontraktor PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya.
Terakhir, bendungan Manikin yang merupakan bendungan baru yang dimulai pengerjaannya di tahun ini, setelah kontrak ditandatangani pada akhir Desember 2018 dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan. Bendungan itu memiliki kapasitas tampung 28,2 juta m3 dengan biaya konstruksi sebesar Rp 1,9 triliun.
Penulis : Agus H
