Jakarta, TopBusiness – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018 PT Tunas Ridean Tbk (TURI) menyepakati untuk menyisihkan sebagian dari laba bersihnya sebagai dividen. Total dividen tunai yang dibagikan tersebut sebanyak Rp167,4 miliar atau sebesar Rp30 per saham.
Perseroan sendiri sepanjang 2018 lalu mencatatkan laba bersih yang diatribusikan ke pemegang saham Grup Tunas sebesar Rp560,2 miliar atau naik 18% dari tahun sebelumnya. Sedang laba per saham juga naik 18% menjadi Rp100 per lembar saham.
“Sehingga disepakati pembagian dividen mencapai Rp167,4 miliar. Dengan rincian, sebesar Rp8 per saham telah dibayarkan sebagai dividen interim pada tanggal 8 Desember 2018 lalu dan sisanya sebesar Rp22 per saham atau setara Rp122,76 miliar akan dibayarkan sebagai dividen final tunai,” ujar Direktur Utama TURI, Rico Adisurja Setiawan, di Jakarta, Selasa (7/5/2019).
Menurut dia, pembagian dividen tersebut meningkat 20% dibandingkan dengan pembagian pada tahun sebelumnya Rp25 per saham. “Dan untuk jadwal pembagiannya akan diumumkan maksimal 30 hari ke depan. Dan akan diumumkan di media,” katanya.
Kinerja perusahaan distributor otomotif ini di 2018 sendiri cukup apik di tengah persaingan yang ketat di industri ini. Selain laba bersih itu, pendapatan bersih Tunas Grup juga naik 4% ketimbang tahun sebelumnya menjadi Rp13,4 triliun.
Untuk laba grup dari bisnis otomotif tecatat naik 21% menjadi Rp292,9 milia. Hal ini dipicu oleh meningkatnya marjin dari perdagangan mobil dan kenaikan penjualan unit motor. Sedang kontribusi dari bisnis rental naik 12% menjado Rp69,7 miliar, terutama disebabkan oleh keuntungan yang lebih tinggi dari pelepasan atau penjualan armada. Dan diimbangi kenaikan biaya depresiasi dan pinjaman terkait ekspansi serta penggantian armada.
Dalam RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan dewan komisaris perseroan sehubungan dengan pengunduran diri Haslam Preeston yang digantikan oleh Eric Chan.
Selain itu Kent Teo pada tanggal 2 April 2019 telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Direktur perseroan, tapi baru efektif per tanggal 1 Juli 2019 dan akan digantikan dengan Max Sunarcia.
Dengan demikian, usai RUPS yang digelar perseroan, susunan Dewan Komisaris dan Direksi menjadi sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama: Anton Setiawan
Wakil Komisaris Utama Independen: Cosmas Batubara
Komisaris: Eric Chan
Komisaris: Hong Anton Leoman
Komisaris Independen: Sarastri Baskoro
Direksi
Direktur Utama: Rico Adisurja Setiawan
Direktur: Nugraha Indra Permadi
Direktur: Tenny Febyana Halim
Direktur: Kent Teo
Direktur: Tan Fony Salim
Penulis: Tomy
