TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ibu Negara yang Konsisten Berdayakan Ekonomi Masyarakat Itu Telah Pergi

Nurdian Akhmad
2 June 2019 | 16:47
rubrik: Ekonomi
Ibu Negara yang Konsisten Berdayakan Ekonomi Masyarakat Itu Telah Pergi

foto/istimewa

Bangsa Indonesia berduka di tengah semangat perayaan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2019. Kristiani Herawati, Ibu Negara dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  tutup usia setelah berjuang melawan kanker darah atau blood cancer sejak Februari 2019.

Perempuan yang akrab disapa Ani Yudhoyono ini wafat dalam usia 67 tahun di National University Hospital (NUH), Singapura pukul 11.50 waktu Singapura atau sekitar 10.50 WIB). Sabtu malam, jenazah diterbangkan ke Indonesia dan selanjutnya almarhumah disemayamkan di rumah duka di Puri Cikeas, Bogor.

Hari ini, Minggu siang (2/6/2019), anak ketujuh Letjen Purn TNI Sarwo Edhie Wibowo ini dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan.

Selama menjadi Ibu Negara, Ani Yudhoyono  selalu setia dan mendukug tugas Presiden SBY. Semasa hidupnya, ibu dua putra ini juga berkontribusi untuk membantu kesejahteraan masyarakat Indonesia lewat bidang ekonomi dan sosial.

Mengutip laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ani Yudhoyono juga dinilai secara konsisten melakukan berbagai terobosan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Ini dilakukan melalui program Solidaritas Istri kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) melalui lima pilarnya.

Adapun lima pilar itu antara lain Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif dan Indonesia Peduli.

Dari program Indonesia Pintar, program ini diwujudkan dalam bentuk rumah pintar, mobil pintar, kapal pintar, dan pendidikan pemberdayaan ekonomi perempuan. Seluruh inovasi layanan pendidikan tersebut diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Kemudian program Indonesia sehat yang dituangkan dengan moto “Bangsa Sehat Negara Kuat”. Hal ini didasari pemikiran Ibu Negara tentang perlunya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak yang merupaka salah satu sasaran utama pembangunan kesehata di Indonesia.

BACA JUGA:   SK Lokasi Pelabuhan Kilang LNG Abadi
Almarhumah Ani Yudhoyono dan sang suami, Susilo Bambang Yudhoyono/Foto: istimewa

Selain itu, program Indonesia Hijau dengan moto “Selamatkan Bumi Kita”, sebagai bagian dari Indonesia Sejahtera. Program ini berhubungan dengan ketahanan pangan keluarga. Kegiata ini melibatkan kelompok perempuan, remaja dan anak-anak. Kegiatan itu mulai dari program tanam dan pelihara, mobil hijau, dan program pemeliharaan serta pengembangan lingkungan.

Tak hanya itu, Ani Yudhoyono juga menuangkan ide di bidang ekonomi dalam bentuk konsep program Indonesia Kreatif. Program ini sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi lokal dan sumber daya manusia (SDM), dengan menggunakan metode one village one product yang dikembangkan di dalam sentra kriya.

Adapun program Indonesia Kreatif ini untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, termasuk industri rumah yang kenyataan di lapangan banyak dikelola dan dikembangkan oleh perempuan dan kelompok perempuan.

Berdayakan UKM Lewat Perkassa

Ani Yudhoyono juga memiliki komitmen untuk mengembangkan UKM dan kredit mikro Indonesia melalui Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera dan Indonesia Kreatif (Perkassa).

Program Perkassa adalah program penguatan modal koperasi simpan pinjam atau unit simpan pinjam atau koperasi jasa keuangan syariah atau unit jasa keuangan syariah koperasi yang dikelola oleh wanita dan beranggotakan wanita.

Penguatan permodalan ini berupa pinjaman modal kepada koperasi untuk disalurkan kepada anggota dengan persyaratan tertentu dan mekanisme dana bergulir. Sejak program itu digulirkan pada Desember 2006, ribuan koperasi wanita mendapat bantuan dana bergulirdari program tersebut.

Atas komitmennya mengembangkan UKM dan kredit mikro di Indonesia , Ani Yudhoyono mendapatkan penghargaan berupa pin emas dari pemegang nobel perdamaian tahun 2006 dan pendiri Grameen Bank, Bangladesh Muhammad Yunus.  Ia juga mendapatkan penghargaan berupa pin emas oleh Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan sebagai “Ibu Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak” dalam acara puncak peringatan pekan ASI Sedunia pada 2007.

BACA JUGA:   Ekonomi RI Tumbuh 5,11%, Apa yang Tumbuh Tertinggi?

Tak hanya itu, Ani Yudhoyono juga mendapatkan penghargaan berupa certificate of global leadership dari the United Nations Environment Program (UNEP) untuk kepemimpinan Ibu Negara dalam program gerakan tanam dan pelihara 10 juta pohon di seluruh Indonesia.

Nenek empat cucu ini juga menerima penghargaan sebagai tokoh pemberdayaan perempuan dalam pendidikan dari L’Oreal dan Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (United Nation Educational, Scientific, and Cultural Organization/UNESCO).

Berbagai penghargaan itu membuktikan Ani Yudhoyono tidak hanya tokoh berpengaruh di dalam negeri, tapi juga dunia internasional. Selamat jalan ibu Ani, semoga arwahmu diterima di sisi Alloh SWT. (nrd)

Tags: Ani YudhoyonoIbu negara
Previous Post

1.000 Peserta Global Minati Lomba Hackaton DBS

Next Post

Ketegangan Bisnis Amerika-China Jatuhkan Harga Minyak

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR