Jakarta, TopBusiness – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR melakukan pembenahan drainase sebagai bagian yang tak terpisahkan dari ruas jalan. Keberadaan drainase jalan yang terhubung dengan sistem drainase kawasan sangat penting untuk menghindari terjadinya genangan dan memperpanjang usia layanan jalan.
“Kami sudah menyiapkan program khusus yaitu program pembangunan drainase jalan secara nasional. Kalau dijadikan satu, item pekerjaan drainase kecil sekali dari total pekerjaan jalan sehingga tidak optimal dikerjakan kontraktor. Misalnya, jalan di Pantai Utara Jawa, drainase jalan yang tertutup bangunan akan kita buka,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR beberapa waktu lalu, sebagaimana terihat dalam laman pu.go.id.
Untuk melaksanakan program itu, Direktorat Jenderal Bina Marga (Ditjen Bina Marga) tengah menyusun desain. Dikatakan Basuki, pembangunan drainase jalan yang terhubung dengan drainase kawasan atau lingkungan sangat penting untuk menghindari terjadinya genangan pada ruas jalan.
Pagu indikatif Kementerian PUPR pada tahun 2020 sebesar Rp 38,8 triliun, dengan alokasi dana Ditjen Bina Marga Rp 38,8 triliun. Di sektor Bina Marga, program lainnya akan dilakukan adalah pembangunan jembatan gantung yang membuka keterisolasian desa-desa di wilayah terpencil.
Penulis : Agus H
