Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan alias IHSG hingga penutupan perdagangan hari Rabu (26/06) di Bursa Efek Indonesia negatif 9,96 poin, atau sama dengan 0,16 persen ke level 6.310,489. Indeks komposit Jakarta itu tak mampu bertahan di area hijau, meski awal pembukaan positif.
Sentimen global, seputar rencana bank sentral Amerika yang masih belum tergambar jelas jadi perhatian investor. Sebelumnya Gubenur Bank Sentral Amerika (The Fed) Jerome Powel menyatakan bahwa pihaknya masih akan mengkaji ulang atas pemangkasan suku bunga, padahal kalangan analis memproyeksikan, The Fed akan memotong dalam waktu dekat. Jadi di bawah estimasi mereka.
Selain, sikap Presiden Donald Trump yang mengintimidasi atas petinggi Iran menciptakan sentimen tersendiri.
Di pasar regular, transaksi berjalan normal. Terlihat volume mencapai 14.820.746.665 unit saham dengan nilai Rp 8,523 triliun dan frekuensi 528.513 kali.
Sejumlah saham mengalami tekanan harga, semisal, PT Bank BRIsyariah Tbk (BRIS) Rp 10 per unit ke level Rp 500, kemudian PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) Rp 20 ke level Rp 3.250 dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 30 ke level Rp 4.920.
Penulis : Agus H
