Jakarta, TopBusiness – Kinerja perusahaan perkapalan PT Sillo Maritime Perdana Tbk (SHIP) hingga kuartal I-2019 masih membukukan hasil yang positif. Kondisi tersebut tercermin dari raihan pendapatan dan laba bersih yang masih bertumbuh.
Menurut Direktur Keuangan SHIP, Hans Raymond E, sepanjang triwulan I-2019 itu perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 20,69juta. Hal itu berarti tumbuh sebesar 64,73% apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018 (year on year/yoy).
“Dari segi laba bersih perseroan juga meningkat sebesar 50,64% menjadi US$ 4,70 juta secara yoy,” tandas dia usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (27/6/2019).
Performa tersebut memang masih melanjutkan raihan sepanjang 2018 lalu yang berhasil menorehkan laba bersih hingga US$ 14,46 juta atau setara Rp2ⁿ5 miliar. Makanya SHIP pun memastikan untuk membagi dividen ke para pemegang sahamnya itu.
“Di RUPST hari ini menyepakati pembagian dividen sebesar Rp 15 per Iembar kepada para pemegang saham. Untuk pembayaran dividen tersebut, SHIP menggelontorkan dana sebesar Rp 40,80 miliar dari Iaba tahun 2018,” imbuh Herjati, Presiden Direktur SHIP.
Dia menegaskan, jumlah dividen yang dibagikan tersebut setara dengan 19,90% dari laba bersih yang dibukukan.
“Dividen tunai yang dibagikan ini dimaksudkan sebagai apresiasi kepada seluruh pemegang saham Perusahaan,” tandas Herjati.
Dalam RUPS Tahunan tersebut diputuskan juga antara lain menerima dengan baik dan menyetujui Laporan Tahunan Konsolidasian SHIP dan Entitas Anak untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018, termasuk Laporan Tahunan Direksi dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris.
Raymond kembali menegaskan, sepanjang 2018 itu, perusahaan membukukan perolehan pendapatan sebesar US$ 67,45 juta atau setara dengan Rp 958 miliar pada tahun 2018, yang berarti naik sebesar 43,55% apabila dibandingkan dengan pendapatan tahun 2017.
“Kenaikan pendapatan itu ditopang kinerja segmen jasa pelayaran dan keagenan yang sangat memuaskan pada tahun lalu,” katanya.
Untuk segmen jasa pelayaran, kata dia, perseroan mencetak pendapatan sebesar US$ 65,55 juta, yang berarti naik 41,54% dari tahun 2017. Pendapatan segmen jasa keagenan juga meningkat sebesar 181,48% menjadi US$ 1,90 juta dari US$ 0,68 juta di tahun 2017.
“Segmen jasa pelayaran ini merupakan penyumbang terbesar pendapatan Perusahaan dengan kontribusi mencapai 97,18%,” papar dia.
Performa gemilang pendapatan ini, lanjut dia, mendorong laba neto naik sebesar 10,25% dari US$ 13,11 juta (Rp 186 miliar) pada 2017 menjadi US$ 14,46 juta (Rp 205 miliar).
Penulis: Tomy
