Jakarta, TopBusiness – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tak membantah jika produsen pembalut wanita kenamaan, PT Softex Indonesia bakal melepas sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO).
Bahkan nilai IPO saham Softex itu disebut-sebut mencapai US$ 500 juta atau Rp7,05 triliun dengan kurs Rp14.100 per US$. Jika nilai tersebut benar adanya, maka IPO Softex ini memecah rekor menjadi yang terbesar dalam IPO di tahun ini.
Ketika dikonfirmasi terkait hal itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia tak membantahnya. Namun begitu dirinya belum 100 persen membenarkannya. Pasalnya, kata dia, prosesnya baru pembicaraan secara lisan saja.
“Soal Softex itu ketemunya dengan salah satu direktur kami, Pak Laks [Laksono Widodo – Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa] untuk menyampaikan niatnya (IPO),” jelas Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (11/9/2019).
Namun begitu, dirinya mengakui pihak manajemen Softex memang datang langsung ke Bursa. Akan tetapi, tak ada dokumen yang secara formal disampaikan ke Bawah.
“Jadi mereka datang ke lantai 6 (kantor BEI), sedang dalam proses (pembahasan rencana IPO). Belum ada informasi berupa dokumen, baru secara lisan,” terang dia.
Sekadar informasi, Softex Indonesia yang didukung oleh perusahaan investasi global CVC Capital Partners berencana masuk ke pasar modal Indonesia dengan menawarkan saham perdana atau IPO di tahun ini.
Mengutip dari situs resmi CVC, Softex sendiri disebutkan berdiri pada tahun 1941 dan fokus pada produksi dan penjualan produk perawatan pribadi berbasis kertas.
Softex juga dinilai memiliki warisan panjang di Indonesia, mengingat perusahaan mulai menjual pembalut wanita pada tahun 1976 di bawah merek Softex, dan meluncurkan merek popok bayi sendiri pada tahun 1994.
Di Tanah Air, perseroan mengklaim sebagai pemain ke-2 terbesar di pasar popok bayi dan popok dewasa secara keseluruhan, dan pemain ke-3 terbesar di dunia untuk pasar perawatan wanita.
Softex ditopang dengan 105 distributor yang mencakup lebih dari 20.000 outlet ritel modern dan lebih dari 100.000 outlet ritel tradisional di seluruh Indonesia.
CVC sendiri merupakan perusahaan investasi global. Hingga saat ini telah tersebar di 24 kantor di AS, Uni Eropa dan Asia. Dan salah satunya berbasis di negeri kecil Benua Biru itu, Luksemburg.
Penulis: Tomy
