TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Mandiri dan Jasindo Danai BUMN Tekstil

Busthomi
12 July 2019 | 17:07
rubrik: Business Info
Banyak Biayai Infrastruktur, Kredit Sindikasi Bank Mandiri Capai Rp 42 Triliun

FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bersama PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo sepakat untuk mengucurkan pendanaan Non Cash Loan (SKBDN dan L/C) kepada BUMN sektor garmen, PT Industri Sandang Nusantara (Persero) atau ISN.

Dalam kerja sama ini, Bank Mandiri memberikan plafon fasilitas pendanaan Non Cash Loan bersifat revolving pada tahap awal sebesar Rp 100 miliar dengan Jasindo sebagai penjamin transaksi pinjaman tersebut.

Penandatanganan kerja sama ini langsung dilakukan Direktur Utama ISN Agus Hendardi, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Alexandra Askandar dan Direktur Pengembangan Bisnis Jasindo Sahata L. Tobing.

Penandatanganan ini juga disaksikan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro dan Deputi Jasa Keuangan, Jasa Survey dan Keuangan Lainnya Kementerian BUMN Gatot Trihargo.

“Hari ini jadi sejarah baru bagi ISN. Kondisi ISN saat ini berbeda dengan yang dulu. Sekarang muncul optimisme baru dari para direksi ISN untuk terus berbenah,” ujar Gatot di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Kerja sama ini bertujuan untuk mendorong pengembangan kegiatan bisnis ISN dalam penjualan dan perdagangan serta impor tekstil di Indonesia. Diharapkan dengan sokongan dana ini dapat meningkatkan turn over penjualan ISN hingga 4-6 kali per tahun, serta memperkuat struktur modal kerja.

“Sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing ISN di pasar domestik maupun regional. Ke depan kita masih punya competitive adventage dengan Eropa dan masih bersaing dengan Vietnam,” tegas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Alexandra Askandar menambahkan, industri tekstil ini merupakan salah satu portofolio besar dari perbankan. Terbukti, pada Kuartal I-2019, produksi tekstil tumbuh 19 persen lebih tinggi dibandingkan industri manufaktur.

BACA JUGA:   OT Group Pacu Pertumbuhan Bisnis Lewat Human Energy Management

“Momen positif ini membuat Mandiri siap mendukung pengembangan bisnis dari ISN,” jelas Alexandra.

Sementara itu, Agus Hendardi juga mengimbuhkan, kerja sama ini merupakan anugerah untuk perseroan. Selain menambah sisi permodalan, kerja sama ini juga membuka ISN untuk ekspansi bisnis di industri tekstil. Menurutnya, industri tekstil saat ini memiliki pasar yang luas.

“Kapitalisasi yang didapat ISN sekarang ini, risikonya lebih rendah. Sehingga perputaran keuangannya lebih bagus. Efeknya, keberlanjutan dalam bisnis sandang ini lebih bagus,” klaim Agus.

Di tahun lalu, ISN juga telah memperoleh pendanaan dari sinergi BUMN lain, yaitu PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero), Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) dan PT Danareksa (Persero).

Penulis: Tomy

Tags: bank mandiribumnIndustri SandangJasindo
Previous Post

Kasus KIJA, BEI Tuntut Perubahan Pengendali Perseroan

Next Post

Fintech Bakal Kian Populer, Kenapa?

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR