Jakarta, TopBusiness—Perusahaan penyedia jaringan infrastruktur fiber optik di Indonesia, FiberStar, menargetkan menjadi tiga besar di Indonesia. Saat ini, sudah tercatat adanya 94 pemain ISP (internet service provider) yang menggunakan fiber optik yang digelar FiberStar.
“Saat ini, merek kami sudah kuat di masyarakat. Banyak orang yang menganggap bahwa kalau bukan Telkom, pemain fiber optik di Indonesia adalah kami,” kata Direktur FiberStar, Thomas Dragono, di Jakarta akhir pekan kemarin, saat tanya-jawab dengan Dewan Juri Top GRC 2019.
Thomas menjelaskan bahwa, sampai Juni 2019, jaringan fiber optik pihaknya sudah ada di 94 kota di seluruh Indonesia. Sekaligus, sudah mencakup 14 propinsi dan sebanyak 2.224 subdistrik.
Kehadiran fiber optik secara luas itu, dia menambahkan, membuka peluang bisnis untuk provider internet skala lokal. Sebab, awalnya mereka merasakan bahwa menggelar sendiri jaringan fiber optik berbiaya mahal. Menggunakan jaringan fiber optik milik Fiber Star, kendala tersebut tidak lagi ditemui.
“Kalau diibaratkan, FiberStar adalah semacam ojek fiber optik untuk para pebisnis tersebut. Saat ini, di banyak area, fiber optik FiberStar sudah tersedia layaknya kehadiran colokan listrik PLN,” kata dia.
Strategi Manajemen
Thomas pun memaparkan sejumlah strategi yang digelar terkait tata kelola perusahaan. Antara lain, dari tahun ke tahun, FiberStar selalu berupaya menguatkan integritas. Walhasil, kepercayaan para provider tersebut semakin meningkat.
Juga, FiberStar terus menyempurnakan struktur organisasi. Sebagai contoh, untuk menjembatani pertumbuhan bisnis yang semakin cepat, FiberStar punya business compliance department; internal audit unit; business assurance unit; dan lain-lain.
“Kami kini punya empat orang direksi. Dan saat ini tengah menggabungkan ‘operasional’ dengan ‘pemasaran’,” Thomas menambahkan.
(Adhito)
