Jakarta, TopBusiness – Langkah-langkah penanganan peristiwa munculnya gelembung gas di sekitar anjungan Lepas Pantai YYA-1 arena Pertamina Hulu Energi Offshoer North West Java (ONWJ) dipastikan berjalan cepat dan intensif, sebab mengerahkan sumber daya terbaik.
“Langkah awal yang menjadi prioritas utama yakni mengevakuasi karyawan yang berada di anjungan dan menara pengeboran (rig). Selanjutnya, Pertamina melakukan isolasi dan pengamanan serta memastikan masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar lokasi kejadian,” kata Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H. Samsu, dalam laman pertamina.com, di Jakarta, kemarin.
Ia menyatakan, saat ini Pertamina dan pihak terkait masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian. Namun indikasi sementara menunjukkan adanya anomali tekanan pada anjungan yang menyebabkan munculnya gelembung gas dan diikuti oil spill.
Untuk mengendalikan kondisi di lapangan, Pertamina membentuk incident management team (Crisis Team) di Jakarta dan Karawang. Tim ini bertugas melakukan penanggulangan tumbahan minyak, penanganan gas dengan spray, pengeboran untuk mematikan sumur, serta penanganan di anjungan.
Dalam penanganan peristiwa itu, Pertamina memobilisasi 29 kapal, 3.500 meter oil boom offshore, 3.000 meter oil boom shoreline dan 700 meter fishnet di pesisir pantai terdampak. Menurutnya, untuk menghentikan sumber gas dan oil spill dengan cara mematikan sumur YYA-1, dan diperkirakan memerlukan waktu sekitar 10 minggu sejak dinyatakan kondisi darurat.
Penulis : Agus H
