Jakarta, TopBusiness – Perusahaan ritel PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengumumkan kinerja keuangan perseroan selama paruh pertama 2019, mengalami kenaikan tipis. Meski diklaim perseroan sebagai kemajuan yang solid ketimbang periode sebelumnya.
Tercatat, MPPA mengantongi penjualan bersih Rp4,64 triliun pada semester I 2019. Kondisi positif itu karena dipicu oleh penjualan perseroan selama musim Ramadhan dan Lebaran lalu.
“Penjualan bersih di kuartal II 2019 itu meningkat dibandingkan dari kuartal sebelumnya yang didorong oleh musim Ramadhan, walaupun masih berada pada tingkat lebih rendah dari tahun sebelumnya,” ujar Danny Kojongian, Director – Corporate Secretary & Public Affairs MPPA, dalam keterangan yang diterima media, di Jakarta, Kamis (1/8/2019).
Kondisi tersebut, kata dia, terutama disebabkan oleh berbagai langkah yang telah dilakukan oleh perseroan untuk mengurangi bisnis B2B-nya serta mengarahkan kembali fokusnya ke bisnis ritel. “Penjualan ritel toko yang sama tumbuh sebesar 1%secara year on year (yoy),” ujarnya.
Khusus musim Ramadhan di tahun ini, kata dia, merupakan kinerja terbaik MPPA atas musim Ramadhan sejak awal perjalanan transformasinya pada tahun 2017 lalu.
“Penjualan toko yang sama kami di masa Ramadhan (D-45) meningkat sebesar 3,6% y.o.y dan volume transaksi juga meningkat sebesar 2,9%,” jelasnya.
Situasi itu sebagai hasil dari pelaksanaan yang terencana dengan baik atas berbagai aktivitas pemasaran yang menarik termasuk di antaranya program Kejutan Sabtu Berkah, Moonlight Sale, Midnight Sale dan THR Day Promo.
Dengan kinerja positif itu, marjin laba bruto perseroan pun meningkat 525 bps y.o.y menjadi 17,0% di semester I 2019 itu. “Dimana hal tersebut membuahkan pertumbuhan laba bruto sebesar 14,3% dari Rp 691 miliar di semester I-2018 menjadi Rp 790 miliar di semester I 2019 ini,” tuturnya.
Peningkatan marjin laba bruto tersebut, dia melanjutkan, merupakan hasil dari strategi pricing baru yang telah dilaksanakan sejak tahun lalu.
Selain itu, kinerja perseroan dari aspek beban juga membaik. Terlihat struktur biaya tetap berada dalam kendali selama periode tersebut. Biaya pemasaran tercatat Rp 169 miliar di paruh pertama 2019 itu.
“Ini lebih rendah 18,9% dari tahun lalu, dan biaya umum & administrasi tercatat Rp 739 miliar di semester I-2019 itu atau lebih rendah 9,8% dari tahun lalu,” jelas dia.
Hal tersebut, tegas Danny, menyiratkan penghematan total atas pengeluaran operasional keseluruhan sebesar Rp 119 miliar dibandingkan tahun lalu.
Capaian kinerja itu telah mendorong Perseroan berhasil mencatatkan kinerja EBITDA positif sebesar Rp 63 milliar pada semester I tersebut. “Ini jelas hasil positif dan merupakan sebuah perubahan penting dari kerugian EBITDA yang dibukukan perseroan pada semester I-2018 lalu,” pungkasnya.
Penulis: Tomy
