Jakarta, TopBusiness – PT Internusa Keramik Alamasri, produsen keramik dengan brand Essenza, melakukan up grading mesin guna meningkatkan kapasitas produksi keramik.
“Dengan menggunakan mesin baru dari Italia dan China, kapasitas produksi Inti Keramik bisa naik dari 3 juta meter persegi per bulan menjadi 4,5 juta m2 per bulannya,” ujar Managing Director PT Internusa Keramik Alamasri Angelica Lie kepada Top Business di kantor pusat inti keramik di Jakarta Selatan, Rabu (1/8/2019).
Untuk upgradding mesin ini, menurut Angelica, PT Internusa Keramik merogoh kas internal sebesar Rp 80 miliar.
Pada kesempatan itu, Angelica meminta pemerintah untuk menurunkan harga gas industri agar lebih kompetitif. Harga gas industri saat ini masih cukup tinggi, yakni US$ 9,2 per mmbtu.
“Kami industri keramik beserta asosiasi keramik sedang berupaya meminta kepada pemerintah serta pula industri migas agar harga gas untuk industri keramik bisa diharga US$ 6 per mmbtu,” tegas Angelica.
“Bagaimana kami bisa bersaing dengan baik, jika kami mendapatkan harga gas lebih tinggi, saat ini komponen biaya pokok produksi sudah menyentuh di angka 30 persen, itu termasuk komponen bahan bakar gas serta pula listrik,” tegas Angelica.
Angelica melanjutkan, pemerintah harus bisa bijak dalam hal harga jual gas ini. Karena ini terkait pula dengan keberadaan industri dalam negeri. “Kita bertarung dengan China dengan harga murah, apalagi produk China banyak masuk ke dalam negeri tanpa dikenai bea masuk, hingga nol persen,” tutur dia.
Penulis: Albarsyah
