Jakarta, TopBusiness – Harapan bakal lebih banyak pemangkasan produksi minyak dari organisasi negara-negara pengekspor atau OPEC, di saat belum mencapai titik temu perang dagang Amerika-China mengakibatkan harga terdongkrak.
Pemimpin OPEC yaitu Arab Saudi akan mempertahankan ekspor minyak mentahnya di bawah 7 juta barel per hari agar pasar kembali seimbang. Selanjutnya, pasar akan menyerap persediaan minyak global.
Padahal, pasar keuangan tengah dikhawatirkan dengan pernyataan Presiden Donald Trump akan mengenakan tarif tambahan sebanyak 10 persen atas produk-produk China.
Dampaknya di bursa berjangka komoditas dunia harga minyak terangkat. Misalnya, west texas intermediate naik USD 25 sen atau setara dengan 0,5 persen menjadi USD 52,79 per barel. Sementara, brent naik USD 23 sen (0,4 persen) ke level USD 57,61 per barel.
Penulis : Agus H
