Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini masih berada di zona merah. Hal ini karena masih terpengaruh oleh sentimen perang dagang AS-China yang kembali memanas.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di tangga Rp14.205 atau melemah 11 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level Rp 14.194. Bahkan dalam sejam pertama di posisi Rp14.225 atau melemah 31 poin alias 0,22%.
Analis Monex Investindo Faisyal menyebut, pada hari ini ada peluang rupiah menguat karena bargain hunting berlanjut. Namun begitu kondisi trade war sangat memengaruhi laju rupiah yang akan kembali memerah.
“Kondisi tersebut karena pasar masih mengkhawatirkan ketegangan antara AS dan China,” ujar Faisyal di Jakarta, Senin (12/8/2019).
Kondisi yang mengkhawatirkan rupiah itu, kata dia, terkait pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Sabtu lalu, dimana dia melarang perusahaan AS berbisnis dengan Huawei.
Padahal, sebelum ini kekhawatiran pelaku pasar soal perang dagang sempat mereda pasca China menegaskan tidak akan melakukan devaluasi yuan untuk membalas AS. Tak pelak, sentimen ini pun membuat rupiah menguat pekan lalu.
Memang di akhir pekan lalu, kurs rupiah sempat rally menghijau selama tiga hari terakhir dan ditutup naik 0,13% ke posisi Rp 14.194 per USD, pada Jumat lalu (9/8).
Dengan kondis tersebut, kata Faisyal, laju rupiah berpotensi turun awal pekan ini dan bergerak di kisaran Rp 14.090-Rp 14.270 per USD.
Penulis: Tomy
