Jakarta, TopBusiness – Produsen minyak diekspektasikan akan terus mengurangi produk globalnya, menyusul kekhawatiran soal pelemahan permintaan akibat perang dagang Amerika-China. Akibatnya, harga pun terdongkrak
OPEC Plus yang merupakan organisasi negara-negara pengekspor minyak dan Rusia sepakat untuk mengurangi 1,2 juta barel per hari mulai 1 Januari lalu.
Badan Energi Internasional Amerika menyatakan, peningkatan tanda-tanda perlambatan ekonomi telah menyebabkan permintaan minyak global tumbuh pada laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008.
akbiatnya, di bursa komoditas berjangka yaitu New York Mercantile Exchange atas minyak jenis west texas intermediate untuk pengiriman September naik USD 0,43 ke level USD 54,93 per barel. Di London ICE Futures Exchange, jenis brent untuk pengiriman Oktober bertambah USD 0,04 menjadi USD 58,57 per barel.
Penulis : Agus H
