Jakarta, TopBusiness – Bank Ina akan lebih fokus memberikan pembinaan dan literasi kepada small medium enterprise atau usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal itu ditegaskan Presiden Direktur Bank Ina, Daniel Budirahayu kepada TopBusiness dalam wawancara khusus di sela acara awarding di Jakarta, dua hari lalu.
“Kami siap memberikan dukungan pinjam kepada pelaku usaha yang sangat kuat dan sangat banyak pula di Indonesia, saat ini sudah sebanyak 59,2 juta pelaku usaha dengan kategori UMKM ini, mereka ini termasuk usaha sangat tangguh serta tahan dengan berbagai situasi,” tegas Daniel.
Daniel menjelaskan, hingga saat ini nasabah UMKM Bank Ina sudah mencapai 1.300 orang dengan nilai masih di bawah 15% dari total kredit. “Untuk tahun 2019 ini kami menargetkan porsinya pada 17% dan pada tahun 2020 bisa mencapai porsi 25% dengan dana sebesar 2,1 triliyun,” ujar dia.
Daniel menambahkan, strategi bisnis Bank Ina ke depan juga menjadi institusi perbankan yang mengunakan teknologi informasi sebagai layanan unggulan kepada nasabah.
“Kami sudah mengunakan e-banking, dengan pelayanan transaksi perbankan ini sudah dilayani dengan mengunakan elektronik banking terintegrasi, cepat, mudah serta aman bagi nasabah bertransaksi. Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak dalam rangka transaksi berbagai pembayaran dengan mengunakan e-mobey,” tutur dia.
Pada awal 2020 ini, seluruh layanan berbasis elektronik tersebut sudah bisa dinikmati oleh seluruh nasabah. Mulai dari setor, berbagai pembayaran hingga pencairan kredit pun nantinya sudah bisa dinikmati secara online.
Mengenai kinerja keuangan Bank Ina, pada 2018 perusahaan membukukan laba sebesar Rp 11,8 miliar. Untuk tahun 2019, laba bersih Bank Ina ditargetkan sebesar dikisaran Rp 18-20 miliar.
Penulis: Albarsyah
